127 Guru SMK Uggulan dari 25 Provinsi Jalani Diklat di Malang

Oct 11, 2021 18:43
Para guru SMK yang mengikuti Diklat di BBPPMPV BOE Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para guru SMK yang mengikuti Diklat di BBPPMPV BOE Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - 127 Guru SMK dari 25 provinsi di Indonesia mengikuti Diklat Upskilling dan Reskilling Guru SMK Berstandar Industri Kerjasama antara Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha Dunia Industri (MITRAS DUDI) dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Senin (11/10/2021).

Dr Henri Togar Hasiholan Tambunan, Pelaksana Tugas (Plt) BBPPMPV BOE Malang menjelaskan, diklat untuk para pengajar itu, adalah para guru SMK Pusat Unggulan dari seluruh Indonesia.

Dalam upaya meningkatkan dunia pendidikan vokasi, bukan hanya sarana dan prasarana saja, melainkan juga dari SDM pengajar yang terus digembleng. Guru dituntut bukan hanya mengajarkan hard skill, melainkan juga mengajarkan soft skill maupun karakter kepada para siswanya.

"Soft skill itu harus terus dikembangkan seperti yang ditekankan Dirjen. Jadi kita tidak ingin menciptakan tukang, tetapi menciptakan bosnya tukang atau lebih kepada kewirausahaan," tutur Henri yang juga merupakan Sekretaris Dirjen Pendidikan Vokasi ini.

Menurutnya, guru–guru sebagai ujung tombak, bagaimana menciptakan sistem belajar yang menyenangkan. Guru sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar, berdasarkan praktek. Kurikulum fokus pada ketrampilan soft skill dan pengambangan karakter. 

Selama dua Minggu ke depan, para guru tersebut akan mendapatkan pelatihan baik soft skill, karakter dan hard skill hingga pada magang di industri. Setelah itu, merupakan kemudian juga akan diuji untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi sehingga benar-benar kompeten.

1

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha, BBPPMPV BOE Abd Rochim menambahkan, diklat saat ini, sudah yang ke 3 kalinya. Diikuti 127 peserta dari 25 propinsi di seluruh Indonesia, terbagi dalam 10 kelas. 

Diklat akan dilaksanakan dalam 2 minggu atau 100 jam. Selanjutnya, akan magang didunia industri selama 1 minggu. Diakhiri dengan pelaksanaan uji sertifikasi, sehingga guru mendapatkan pengakuan competent dari dunia industri. 

"Tidak hanya siswa yang magang. Gurunya juga magang. Semua adalah untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidangnya,"tuturnya.

Program ini mendukung link and match 8+i Dirjen Vokasi dalam upaya mengurangi angka pengangguran. Dalam upaya tersebut antara lain, penyelarasan kurikulum dengan DUDI, Projects Based Learning, magang industri, industri mengajar, riset bersama, teaching factory hingga sertifikasi dan penyerapan para lulusan.

"Hari ini pembukaan, peserta dibagi 10 kelas sesuai temanya masing masing. Ada finishing kayu mebel dan bangunan, instalasi plumbing dalam gedung, penggunaan autocard 2 dimensi dan tema lainya," pungkas Abd Rochim.

Topik
Guru SMKiggi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru