Kisah Pria Tinggal di Hutan Selama 17 Tahun karena Terlilit Utang

Oct 09, 2021 10:18
Ilustrasi (Foto: Arrahmah.com)
Ilustrasi (Foto: Arrahmah.com)

JATIMTIMES - Kawasan hutan lebat di desa Adtale dan Nekkare, Sullia, India menjadi rumah bagi pria berusia 56 tahun bernama Chandrasekar. Bukan tanpa alasan, Chandrasekar memilih tinggal di hutan karena terlilit utang bank.

Melansir melalui Cartoq, Chandrasekar pergi dari kota menggunakan Ambassador (produk mobil yang diproduksi oleh Hindustan Motors of India). Tak main-main, ia 'bersembunyi' di hutan belantara yang terletak di desa Adtale dan Nekkare, Sullia, India selama 17 tahun.

Chandrasekar harus tidur di dalam mobil selama 17 tahun terakhir dan telah menyesuaikan diri dengan gaya hidup di hutan. Selama hidup di hutan, ada radio yang masih berfungsi sebagai hiburan baginya. 

Chandrashekar sendiri memiliki 1,5 hektar lahan pertanian di desa Nekral Kemraje. Di mana ia menanam pinang dan menjalani kehidupan yang damai. 

Pada tahun 2003, ia mengambil pinjaman sebesar Rs 40.000 dari bank koperasi. Ia sudah berusaha keras, namun tidak bisa membayar kembali pinjamannya itu. 

Bank akhirnya melelang tanah pertaniannya itu. Ia lalu pergi ke rumah saudara perempuannya di Adtale dengan mobil Ambassador miliknya.

Namun baru hitungan hari hubungan Chandrashekar dengan saudara perempuannya itu mengalami keretakan. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk hidup sendiri, pergi ke hutan yang dalam dan memarkir mobil favoritnya di sana. 

Ia meletakkan lembaran plastik di atas untuk melindungi mobil dari hujan dan matahari. Chandrashekar telah menjalani kehidupan menyendiri dari 17 tahun di dalam mobil. 

Ia mandi di sungai yang mengalir di dalam hutan dan menganyam keranjang menggunakan tanaman merambat kering di sekitarnya dan menjualnya di sebuah toko di desa Adtale untuk mengambil beras, gula, dan bahan makanan lainnya sebagai imbalannya.

Mengetahui tentang kehidupan soliter di dalam hutan, AB Ibrahim, seorang petugas distrik mengunjunginya di mobil Ambassador. AB Ibrahim berjanji untuk memberinya rumah yang layak untuk ditinggali. 

Ia bahkan membangun rumah tetapi Chandrashekar menolaknya. Hewan-hewan liar seperti gajah, babi hutan, kijang, macan tutul, ular, dan banteng kerap menghampiri Chandrashekar bersama Ambassadornya.

Ia tak pernah menyakiti atau menjarah sumber daya dari hutan sehingga departemen kehutanan tidak mempermasalahkan Chandrashekar tinggal di sana. Chandrashekar hanya mengambil tanaman rambat liar yang mati untuk menenun keranjang.

"Saya bahkan tidak menebang bambu di hutan. Jika saya memotong bahkan semak kecil, saya akan kehilangan kepercayaan yang dimiliki departemen kehutanan pada saya," kata Chandrashekar.

Hingga kini ia masih tinggal di hutan dan satu-satunya keinginannya dalam hidup adalah mendapatkan kembali tanahnya.

Topik
Terlilit Hutangpria hidup di hutanunibersitas islam malangBerita Internasional
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru