Novel Baswedan Cs Mulai Beri "Lampu Hijau" Bergabung dengan Polri, Asal Ditempatkan pada Bagian ini

Oct 07, 2021 10:31
Novel Baswedan dkk (Foto: Merdeka.com)
Novel Baswedan dkk (Foto: Merdeka.com)

JATIMTIMES - 57 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya mulai memberikan 'lampu hijau' atas tawaran  Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Novel Baswedan cs bersedia bergabung menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Polri jika memang sesuai dengan keahlian yang mereka miliki.

"Konteksnya adalah jika keahlian kita di bidang pemberantasan korupsi bisa diutilisasi dengan skema yang sesuai perundang-undangan, tentu kita siap berkontribusi di lembaga manapun," ujar juru bicara 57 pegawai, Hotman Tambunan.

Hotman bersama teman-teman lainnya tidak ingin bergabung jika penempatan kerjanya tak sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mereka semua ingin bergabung dengan Polri jika ditempatkan di Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor).

"Semua pada posisi 'kita ini bekerja di KPK dengan niatan pemberantasan korupsi dan jika diminta menjadi ASN di kepolisian, harus bisa berkontribusi nyata di bidang itu'," kata Hotman.

Hotman yang merupakan mantan Kepala Satuan Tugas Pembelajaran Antikorupsi KPK itu menjelaskan hal tersebut adalah kesatuan sikap dari 57 mantan pegawai KPK.

"Ya (siap berkontribusi di Polri) karena  kemampuan dan keahlian kami hanya di situ," imbuh Hotman.

Kendati demikian, Hotman menerangkan pihaknya masih menunggu detail mekanisme menjadi ASN di Polri yang kini sedang dalam pembahasan bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) serta tim ahli untuk memastikan mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.

"Dengan mekanisme kita meminta sesuai ketentuan, posisi kita enggak menerima serta merta. Sesuai ketentuan ditambah di bidang pemberantasan korupsi, itu sudah kita terima tidak serta merta. Ada syaratnya," lanjut Hotman.

Sementara itu, pihaknya juga menunggu undangan kembali dari Tim Polri untuk membahas perihal rekrutmen tersebut pada pertemuan selanjutnya.

"Masih proses menunggu kan yah terkait mekanisme, skema, dan polri sedang mengkoordinasikan dengan BKN, MenPAN RB dan tim ahli," papar Hotman.

Diketahui, dalam pertemuan awal dengan Tim Polri Senin, (4/10/2021) belum dibahas secara spesifik mengenai gagasan tersebut. Pertemuan perdana itu hanya sebatas perkenalan dan membicarakan perihal alih status melalui asesmen TWK yang membuat puluhan pegawai disingkirkan dari KPK.

"Belum ada (undangan)," sebut Hotman.

Keinginan merekrut puluhan pegawai KPK menjadi ASN di Polri sebelumnya dilontarkan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Listyo juga sudah menyurati Jokowi terkait permintaan tersebut. 

Bahkan, Listyo mengatakan bahwa Jokowi sudah menyetujui rencana tersebut. Tujuan Listyo menarik puluhan mantan pegawai KPK itu untuk memenuhi kebutuhan organisasi Polri terkait pengembangan tugas-tugas di Bareskrim Polri, khususnya Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidikor).

Rekam jejak dan pengalaman dalam menangani tipikor terhadap 57 orang tersebut tentu tak perlu diragukan lagi. Mereka diyakini sangat bermanfaat untuk memperkuat serta mengembangkan organisasi Polri.

Topik
Novel BaswedanKPKPOLRIlee joon giberita korupsi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru