Bersurat ke Bloomberg, Benarkah Anies Minta Dana Kampanye Pilpres? 

Oct 05, 2021 10:48
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: JPNN.com)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: JPNN.com)

JATIMTIMES - Polemik rokok di Indonesia seakan tidak ada habisnya. Kali ini, media sosial Twitter kembali dihebohkan dengan surat yang ditulis Gubernur DKI Anies Baswedan kepada founder Bloomberg Philantropies Michael R Bloomberg.

Dalam surat tertanggal 4 Juni 2019 itu, Anies menuliskan tingginya konsumsi rokok di Indonesia, terutama di DKI. Sebanyak 3 juta perokok aktif di Jakarta dan angkanya naik 1 persen setiap hari.  Anies bahkan disebut  juga meminta 'jatah' kampanye antirokok kepada Michael Bloomberg. 

Surat tersebut lantas menjadi perbincangan warganet setelah diunggah kembali pada 1 Oktober 2021 oleh akun Twitter @rokok_indonesia. Akun Twitter @rokok_indonesia juga menyebarkan surat ini dan mengaitkan surat tersebut kepada rencana kampanye Anies tahun 2024 nanti.

"Inisiasi bertukar surat dengan komitmen melarang rokok di daerah kekuasaannya ini ya bisa jadi alat tukar politik. Ingat bentar lagi 2024, waktunya cari dana bos," tulis akun tersebut. 

Michael Bloomberg sendiri adalah seorang miliarder yang juga mantan walikbota New York sekaligus pemilik Bloomberg Philanthropies, sebuah organisasi amal. Bloomberg diketahui aktif dalam kampanye anti-merokok di Amerika Serikat (AS).

Sejak Agustus lalu, Pemkot DKI Jakarta aktif menindaklanjuti Seruan Gubernur (Sergub)  No 8 Tahun 2021 tentang penutupan pajangan rokok di minimarket yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap bahaya rokok dan keterkaitannya dengan penyebaran covid-19.

Disebutkan dalam seruan gubernur  itu, pengelola gedung diminta memasang tanda dilarang merokok pada setiap pintu masuk dan lokasi yang mudah diketahui setiap orang dan memastikan tidak ada yang merokok di kawasan dilarang merokok itu. 

Selain itu, disinggung pula larangan memasang reklame rokok atau zat adiktif, termasuk memajang kemasan/bungkus rokok atau zat adiktif di tempat penjualan.

Menindaklanjuti seruan gubernur  itu, awal September lalu, Pemkot Jakarta Barat menutupi stiker, poster, dan pajangan rokok. Namun pada praktiknya, beberapa minimarket kembali membuka tutup poster itu.

Tanggapan Wagub DKI

Menanggapi surat tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Ahmad Riza  Patria pun membantah surat ke Bloomberg itu  dikaitkan dengan kampanye Anies. Riza menyebut surat  tersebut dikirim Anies sebagai bentuk kerja sama dengan pihak lain untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota sehat.

"Tidak ada permintaan dana. Ini justru komitmen kita sebagai kota kolaborasi yang ingin memastikan Jakarta bergabung dengan kota-kota dunia lainnya menjadi kota yang sehat," kata Riza.

Selain itu, Riza  menanggapi seruan gubernur tentang pembinaan kawasan bebas rokok yang melarang mengiklankan hingga memajang rokok di etalse sebagai syarat untuk pengucuran dana. Ia menyebut pihaknya hanya ingin mengutamakan kesehatan warga.

"Kita tahu rokok dapat mengakibatkan menurunnya kesehatan. Sekali lagi, merokok itu tidak sehat. Kami minta warga Jakarta untuk dapat hidup sehat, hindari konsumsi yang dapat mengakibatkan kesehatan menurun," pungkas Riza. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari Anies terkait surat dan isu permintaan dana kepada Bloomberg. 

Topik
Anies BaswedanHeboh surat Anies BaswedanAjaibPemprov DKI Jakarta
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru