Pembangunan Kios Semi Permanen Pedagang Pasar Kota Batu Ditargetkan Selesai Akhir Oktober Ini

Oct 03, 2021 20:18
Petugas saat melakukan pembangunan kios semi permanen di kawasan Stadion Brantas. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)
Petugas saat melakukan pembangunan kios semi permanen di kawasan Stadion Brantas. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)

JATIMTIMES - Pembangunan relokasi kios semi permanen untuk para pedagang Pasar Besar Kota Batu di kawasan Stadion Brantas, Jalan Sultan Agung diprediksi selesai pada akhir bulan Oktober ini.

Penyelesaian pembangunan kios semi premanen itu sudah ditargetkan oleh Pemkot Batu. “Kami sudah targetkan akhir Oktober ini pembangunannya sudah selesai,” ucap Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu, Eko Suhartono.

Setelah pembangunan kios semi permanen, pedagang bakal direlokasi di tempat tersebut. Dengan demikian nantinya pedagang harus menempati bedak relokasi di area Stadion Brantas Kota Batu selama 19 bulan.

Tentunya hingga proses pengerjaan revitalisasi Pasar Besar Kota Batu selesai, selama 19 bulan, para pedagang tidak dikenakan biaya sewa alias gratis. “Semua pedagang tidak dikenakan biaya sewa, tapi tetap kami berikan yang terbaik,” ungkap Eko.

Selain bebas dari biaya sewa, pedagang juga tidak perlu membayar biaya listrik hingga air. Karena semua sudah ditanggung oleh Pemkot Batu. Sehingga para pedagang hanya tinggal menempati bedak relokasi.

Spesifikasi kios semi permanen ini menggunakan atap asbes dan dinding spandek. Lalu bedak nantinya juga terbuat dari galvalum. Sehingga tidak ada triplek seperti umumnya. Dengan anggaran yang dikeluarkan Rp 6 miliar.

Berbagai fasilitas yang bakal disiapkan, di antaranya Mandi, Cuci, Kakus (MCK) sebanyak 16 unit, listrik dan air bersih. Seluruhnya biaya ditanggung oleh Pemkot Batu. Kemudian lahan parkir juga sudah disiapkan, yakni di kawasan Stadion Timur, samping GOR Gajah Mada, terusan Jalan M. Sahar, dan area parkir akses masuk Jatim Park 1 serta Jalan Sultan Agung.

Sementara untuk revitalisasi Pasar Besar Kota Batu akan menggunakan anggaran secara multi years. Pada akhir tahun 2021 ini sudah dilakukan pengerjaan fisik. Namun pengerjaan fisiknya lebih banyak pada tahun 2022 mendatang. Dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp 200 miliar.

Bisa jadi pada tahap I anggaran yang diberikan 10 persen, tahun 2022 sebesar 90 persen karena besaran pengerjaan fisik lebih banyak tahun tersebut. Anggaran tersebut sesuai dengan Perpres No. 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur.

Topik
relokasi pasardukungan ganjar pranowoRevitalisasi Pasarkualifikasi piala asia
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru