Harapan Besar Wali Kota Malang kepada Karang Taruna

Oct 03, 2021 16:04
Prosesi pengukuhan karang taruna Kota Malang (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Prosesi pengukuhan karang taruna Kota Malang (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji mengukuhkan puluhan pengurus Karang Taruna Kota Malang pada masa bakti 2020-2025 yang bertempat di Balai Kota Malang, Minggu (3/9/2021).

Pada proses pengukuhan tersebut, Sutiaji meminta pengurus mulai memikirkan berbagai program yang sempat mati suri untuk bisa dihidupkan kembali. Karena dalam kepengurusan Karang Taruna sebelumnya, program yang dibuat justru jalan di tempat.

"Beberapa kegiatan yang mati suri yang dialami organisasi kemasyarakatan itu bisa dihidupkan kembali. Di kecamatan dan kelurahan kan tersebar. Bagaimana nanti mengaktualisasikan program di temu karya," ujar Sutiaji.

Sutiaji juga meminta kepada pengurus Karang Taruna yang masuk dalam sub Dinas Sosial itu juga bisa berkolaborasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata agar bisa menghidupkan kembali wisata di Kota Malang. Salah satunya seperti kampung tematik, yang membutuhkan sentuhan dari karang taruna.

"Perlu nanti (kolaborasi) dengan Disporapar juga untuk pariwisatanya. Jadi banyak sektor yang memiliki kontribusi real. Tidak semata-mata hanya sekedar ada," ungkap Sutiaji.

Disinggung masalah anggaran, Sutiaji menjelaskan bahwa nantinya akan memiliki beberapa opsi. Salah satunya bisa masuk dalam sub bagian Dinsos Kota Malang dan akan segera dianggarkan untuk kegiatannya.

"Masih ada dua model. Nanti kita cari apa yang memungkinkan. Atau langsung masuk di sub Dinsos juga bisa, karena di UU itu kan tusinya milik Dinsos ya," kata Sutiaji.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Malang Suryadi menyampaikan, angka kemiskinan di Kota Malang sejak pandemi Covid-19 di 2020 meningkat ekstrem. Pria yang juga menjadi anggota DPRD Kota Malang ini mencatat angka kemiskinan mencapai 40,4 persen.

Oleh karena itu sebagai wadah bagi masyarakat dan pemuda, karang taruna akan dijalankan untuk membantu pemerintah dalam memberikan solusi dan langkah taktis mengurangi angka kemiskinan tersebut.

"Karena itu Karang Taruna yang tersebar di seluruh tingkatan hingga RW ini kami harap bisa melakukan penguatan arahan yang konkrit dan akan kami gerakan semua," tutur Suryadi.

Apalagi di masa kepengurusan sekarang, Karang Taruna tak ada maksimal batasan umur. Sehingga dalam hal ini bisa dimaksimalkan guna memberikan kematangan kepada seluruh pengurus dan masyarakat.

"Saat ini kami ada 65 pengurus ya. Jadi ini butuh peran dan kematangan ketika melebur dengan masyarakat nanti," imbuh Suryadi.

Saat ini, pihaknya juga akan mulai merumuskan beberapa program kelembagaan. Salah satunya berencana mengadakan roadshow di masing-masing kecamatan yang harapannya bisa menggenjot penguatan kelembagaan.

"Kemudian, kami ingin jadikan Karang Taruna ini sebagai rumahnya pemuda dan sebagai rumah penggerak sosial. Sentuhannya di pembangunan sosial dan kesejahteraan. Nanti akan kami lakukan perumusan di program-program kerjanya," beber Suryadi.

Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Jawa Timur Agus Maimun yang ikut hadir secara langsung dipengukuhan tersebut menyarankan agar setelah ini karang taruna yang menjadi pilar sosial bisa segera bergerak bersama pemerintah daerah. Hal itu khususnya menyosialisasikan terkait penanganan Covid-19 untuk menjadi prioritasnya.

"Program prioritasnya berhubungan dengan penanganan Covid-19. Jadi kita juga sedang konsoliderkan terkait instrumennya guna membantu pemerintah juga," tambah Agus Maimun.

Topik
Walikota Malangadam adhe h asmorokondi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru