Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah, Pemkot Malang Gencarkan Swab Antigen untuk Guru dan Murid

Oct 02, 2021 15:09
Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau pelaksanaan swab antigen kepada guru dan pelajar beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau pelaksanaan swab antigen kepada guru dan pelajar beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemkot Malang)

JATIMTIMES - Swab antigen di lingkungan sekolah digencarkan Pemkot Malang seiring diberlakukannya Pemberlajaran Tatap Muka (PTM) yang telah digelar sejak 6 September 2021 lalu. Sasarannya adalah guru dan murid. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19 di sekolah.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, nantinya pelaksanaan swab antigen akan terus dilakukan secara bertahap dengan menyasar para guru dan pelajar SD serta SMP.

"Saya minta kemarin di salah satu pengadaan, sekarang kan masih ada 25 ribu untuk (alat, red) antigen, itu akan kami perbanyak terus," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com, Sabtu (2/10/2021). 

Terkait penambahan jumlah alat swab antigen  yang akan terus diperbanyak, hal itu dikarenakan pihaknya akan melakukan testing secara reguler dan masif. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mengatakan, pihaknya telah melakukan sampling swab antigen pada 24 September 2021 lalu kepada kurang lebih 2.000 guru dan pelajar. "Untuk swab pelajar dan guru dilakukan secara acak sudah sekitar 2 ribuan dengan hasil alhamdulilah negatif semua," kata Suwarjana. 

Terkait mekanismenya sendiri, saat ini Disdikbud Kota Malang sedang fokus melakukan swab antigen kepada guru, sedangkan untuk para pelajar harus mendapatkan persetujuan dari orang tua terlebih dahulu. 

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan, untuk pelajar SD dan SMP di Kota Malang jika di total secara keseluruhan berjumlah sekitar 45 ribu siswa. Sedangkan untuk guru tercatat sekitar 13 ribu orang. 

Terlebih lagi, tindakan swab antigen kepada guru dan pelajar secara bertahap akan dilakukan dengan target awal sekitar 500 orang di swab antigen per hari. Namun, target tersebut terkendala dengan jumlah tenaga kesehatan yang terdapat di Labkesda Dinas Kesehatan Kota Malang. 

"Mengingat kemampuan nakes yang harus disamakan, jadi untuk pelajar pelan-pelan dulu, kalau guru bisa dipercepat karena wajib," pungkas Suwarjana.

Topik
SutiajiSUWARJANAsunarso
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru