Fraksi-Fraksi DPRD Kota Malang Soroti Target Proyeksi Pendapatan Asli Daerah 2022

Sep 30, 2021 15:37
Rapat Paripurna pembahasan Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi tentang RAPBD tahun anggaran 2022 Kota Malang, di Ruang Sidang DPRD Kota Malang, Kamis (30/8/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Rapat Paripurna pembahasan Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi tentang RAPBD tahun anggaran 2022 Kota Malang, di Ruang Sidang DPRD Kota Malang, Kamis (30/8/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Rancangan APBD Tahun Anggaran 2022 Kota Malang masuk dalam pembahasan legislatif. Fraksi-fraksi DPRD Kota Malang saling memberikan pandangan umum terkait hal tersebut.

Proyeksi target Pendapatan asli faerah (PAD) menjadi sorotan utama dalam agenda penyampaian pemandangan umum fraksi DPRD Kota Malang yang digelar hari ini (Kamis, 30/9/2021) di ruang sidang paripurna DPRD Kota Malang.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan, proyeksi PAD Kota Malang tahun 2022 dalam KUAPPAS ditargetkan sebesar Rp 1,05 triliun karena pembuatan dokumen diasumsikan pada kondisi pandemi covid-19 yang telah usai. Namun, jumlah tersebut dinilai kurang rasional. Terlebih, target PAD tahun 2021 mengalami penyesuaian menjadi Rp 614 miliar.

"Di KUAPPAS, pendapatan kita di angka Rp 1,05 triliun. Tapi narasumber kita sudah memberikan pandangan bahwa ini terlalu ambisius karena pendapatan yang sekarang cuma di angka 614 miliar (PAD) dan di 2022 melonjak di Rp 1,05 triliun. Itu tidak rasional," ujarnya.

Karena itu, dalam RAPBD tahun 2022, target PAD dilakukan penyesuaian menjadi Rp 744 miliar. Tetapi, angka tersebut juga masih akan dikaji mendalam. Sebab,  target tersebut memengaruhi anggaran di masing-masing perangkat daerah (PD).

"Sehingga dirasionalisasi di angka Rp 700-an miliar, ini yang kita perdalam. Otomatis, PD-PD mengalami pengurangan-pengurangan. Karena pendapatan yang luar biasa drastis itu tiba-tiba diturunkan 25 persen, berarti semua mengalami penurunan," tandasnya.

Sementara itu, Fraksi PKS DPRD menilai, dengan besaran target PAD tahun 2022 tersebut, Pemkot Malang didorong untuk mengambil langkah serius dalam meningkatkan rasio kemandirian keuangan daerah secara bertahap. Sebab, secara garis besar proyeksi pendapatan daerah Kota Malang tahun 2021 masih didominasi pendapatan transfer sebesar 59,42 persen dibandingkan dengan PAD yang hanya sebesar 37,46 persen.

"Sehingga untuk ke depannya Pemerintah Kota Malang dirasa perlu untuk mengambil langkah serius agar mampu meningkatkan rasio kemandirian keuangan daerah secara bertahap dengan cara meningkatkan PAD Kota Malang secara signifikan terutama melalui sektor pajak daerah," ungkap Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman.

Lebih lanjut, Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Malang juga turut menyoroti pos PAD yang dinilai mengalami fluktuatif sejak tahun 2019 lalu. Dalam hal ini, Pemkot Malang didorong untuk membuat strategi agar target yang ditetapkan tahun 2022 medatang bisa tercapai.

"Semua program membutuhkan strategi dan kematangan eksekusi, sehingga tanggung jawab yang diberikan menjadi terarah dan terukur. Sehingga PAD di Kota Malang memiliki rumus yang paten dan setiap tahunnya bisa ditingkatkan," kata Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Malang Eko Herdiyanto.

 

Topik
DPRD Kota MalangTower seluler ilegalPAD Kota MalangBerita Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru