Keseharian Terduga Pelaku Pembuat Senpi Ilegal di Kabupaten Malang yang Kini Buron

Sep 29, 2021 20:53
Tampak samping rumah pelaku pembuat senpi ilegal berinisial A (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Tampak samping rumah pelaku pembuat senpi ilegal berinisial A (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Keberadaanterduga pelaku pembuat senpi ilegal berinisial A yang berada di Jalan Anggrek, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang masih menjadi misteri. Karena usai penggerebekan yang dilakukan anggota polisi, terduga pembuat senpi ilegal tersebut belum tertangkap lantaran melarikan diri.

Mulanya, penggerebekan itu dilakukan karena polisi mendapat informasi di rumah tersebut menjadi pusat peredaran narkotika jenis pil. Akan tetapi saat menggeledah rumah justru mendapati senpi ilegal beserta peluru.

Penasaran dengan bagaimana keseharian terduga pelaku pembuat senpi ilegal berinisial A di mata para tetangga, media ini mencoba untuk mengulik sedikit.

Dari keterangan Ketua RW 03, Kecamatan Tumpang, Mulioso, A merupakan warga yang tidak pernah bersinggungan dengan warga lain. Bahkan ia aktif dalam kegiatan masyarakat yang bersifat bersama-sama.

“Pak A ini aktif saat warga kerja bakti, dia selalu semangat ikut,” ucap Mulioso saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/9/2021).

Disinggung mengenai pekerjaannya, Mulioso menjelaskan bahwa A dulunya adalah seorang pegawai salah satu leasing di Malang. Sementara istrinya bekerja di salah satu pabrik sepatu di daerah Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Pak A ini dulu bekerja di leasing, tapi ketika anaknya yang pertama lulus sekolah lalu berhenti,” kata Mulioso.

Usai berhenti bekerja di leasing, A kemudian dikenal warga sebagai orang yang pandai merakit senjata yang khusus untuk berburu hewan. Mulioso pun tak menyangka bahwa ada senjata api yang diproduksi oleh A saat digerebek oleh polisi.

“Nah yang buat saya kaget itu waktu polisi menemukan senjata api itu. Kan kami tahunya dia merakit senjata dengan peluru gotri itu untuk memburu hewan saja,” terang Mulioso.

Selain dikenal sebagai pembuat senjata khusus untuk memburu hewan, setiap hari A selalu mengantar istrinya ke terminal Arjosari. Kemudian sore harinya ia juga menjemput di tempat yang sama.

“Setiap hari itu mengantar istrinya. Kalau sore dijemput. Kan soalnya kerjanya istrinya itu di Pandaan, jadi naik bis setiap hari,” kata Mulioso.

A sendiri diketahui memiliki tiga orang anak, yakni anak pertama laki-laki yang ditangkap polisi karena diduga menjadi dalang peredaran narkotika jenis pil, anak kedua wanita yang masih duduk di bangku SMA dan terakhir anak laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Kalau ditinggal kerja sama ibunya ya anak yang kedua dan ketiga itu sama bapaknya (A),” terang Mulioso.

Kini, Mulioso juga mengaku bahwa usai penangkapan terduga pelaku peredaran narkotika jenis pil, istri A masih melakukan aktivitas bekerja setiap hari. Sementara anaknya yang kedua dan ketiga di rumah.

“Usai penggerebekan itu, istrinya diketahui warga masih bekerja. Tapi si A kan belum ketangkap, jadi itu yang buat warga resah,” tandasnya.

Topik
sofiandi susiadiperedaran narkotikakecamatan tumpangKabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru