Sejarah Dibuatnya Film "Pengkhianatan G30S/PKI" Karya Arifin C. Noer

Sep 29, 2021 13:52
Film "Pengkhianatan G30S/PKI" (Foto: Tempo)
Film "Pengkhianatan G30S/PKI" (Foto: Tempo)

JATIMTIMES - Kamis (30/9/2021) besok, merupakan hari peringatan peristiwa G30S/PKI. G30S/PKI merupakan sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam pada tanggal 30 September sampai awal bulan selanjutnya pada tahun 1965. 

Dalam peristiwa itu, terdapat 7 perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang yang lain dibunuh dalam suatu usaha kudeta. Jelang peringatan peristiwa tersebut, film 'Pengkhiantan G30S/PKI' pun kembali menjadi sorotan. 

Perlu tidaknya film tersebut diputar kembali selalu menjadi kontroversi jelang 30 September di setiap tahunnya. Diketahui, film 'Pengkhiantan G30S/PKI' pertama kali ditayangkan di telvisi pada 30 September 1985, tepatnya di TVRI. 

Sebelumnya film itu sempat ditayangkan di layar tancap atau bioskop di DKI Jakarta. Penayangannya bahkan memecahkan rekor penonton DKI hingga ditonton 600 ribu lebih orang. 

Film tersebut, menggambarkan rencana busuk PKI sejak 13 Januari 1965 di Desa Kanigoro, Kabupaten Kediri sampai pada puncaknya menjelang tanggal 1 Oktober 1965. Selain itu, juga menceritakan operasi penumpasan di bawah pimpinan Jenderal Soeharto sampai dengan operasi pemulihan keamanan dan ketertiban. 

Film itu pun banyak dibicarakan sebagai film terlaris, terpanjang, dan isi ceritanya yang bersifat dokumenter. Awalnya, film ini diberi judul 'Sejarah Orde Baru.'

Namun kemudian diubah menjadi Pengkhianatan G30S PKI. Film dibuka dengan prolog pemberontakan PKI yang terjadi pada 1 Oktober 1965 dini hari. Banyak guntingan koran yang mencerminkan suasana hangat yang ditiupkan PKI. 

Kemudian disusul adegan yang memperlihatkan bahwa kesehatan Bung Karno makin mengkhawatirkan. Setelah itu Ketua PKI DN Aidit segera mengadakan rapat organisasi yang dihadiri para pentolannya. 

Isinya, perebutan kekuasaan memperoleh momentum yang tepat. Caranya memfitnah beberapa jenderal Angkatan Darat dan memecah belah persatuan Angkatan Bersenjata. 

Kemudian hal itu diwujudkan dengan penculikan dan pembunuhan keji terhadap tujuh jenderal. Jenderal AH Nasution lolos dari lubang jarum tapi harus ditebus dengan nyawa putri dan ajudannya. 

"Inilah film terbaik saya dari segi teknis," kata Arifin C Noer merujuk pada film Pengkhianatan G30S PKI.

Film G30/PKI ini merupakan karya dari sutradara sekaligus penulis Arifin C. Noer. Film ini diproduseri oleh G. Dwipayana dan dibintangi oleh Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa. 

Film yang diproduksi selama 2 tahun itu menghabiskan anggaran senilai Rp 800 juta yang merupakan sponsor dari pemerintah Orde Baru Soeharto. Film ini dibuat berdasarkan pada versi resmi menurut pemerintah kala itu dari peristiwa "Gerakan 30 September" atau "G30S" (peristiwa percobaan kudeta pada tahun 1965) yang ditulis oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh, yang menggambarkan peristiwa kudeta ini didalangi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Film ini adalah film dalam negeri pertama yang dirilis secara komersial dan menampilkan peristiwa 1965 tersebut.[3] Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI meraih sukses secara komersial maupun kritis. Film ini dinominasikan untuk tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia 1984, memenangkan satu, dan mencapai angka rekor penonton - meskipun dalam banyak kasus penonton diminta untuk melihat film ini, alih-alih secara sukarela.

Film ini juga terus digunakan sebagai kendaraan propaganda oleh pemerintah Orde Baru selama 13 tahun, di mana pemerintahan Soeharto kala itu memerintahkan satu-satunya stasiun televisi di Indonesia saat itu, TVRI, untuk menayangkan film ini setiap tahun pada tanggal 30 September malam. 

Selain itu, film ini juga diperintahkan menjadi tontonan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia, walaupun memperlihatkan adegan-adegan yang penuh kekerasan berlebihan. Pada saat stasiun-stasiun televisi swasta bermunculan, mereka juga dikenai kewajiban yang sama. 

Peraturan ini kemudian dihapuskan sejak jatuhnya Soeharto tahun 1998. Sejak itu film ini telah menjadi kurang diminati lagi dan baru diputar lagi oleh TVOne pada tahun 2017. Meskipun aspek artistik film ini tetap diterima dengan baik, kekeliruan sejarahnya telah menuai banyak kritik.

Rencananya, film ini akan kembali diputar di televisi malam ini Rabu (29/9/2021) di tvOne dan MNCTV pukul 19.30 WIB. 

Topik
Peristiwa G30SPKIlistyo sigitKudeta

Berita Lainnya

Berita

Terbaru