Jadi Langganan Banjir saat Musim Hujan, Kades Harjokuncaran Minta Pemerintah Bangun Saluran Air

Sep 29, 2021 13:41
Genangan air yang terjadi di MTsN 4 Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang pada tahun 2020 lalu.(foto: Istimewa).
Genangan air yang terjadi di MTsN 4 Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang pada tahun 2020 lalu.(foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Memasuki musim hujan, sejumlah titik di Kabupaten Malang mulai waspada akan kemungkinan terjadinya bencana banjir. Salah satunya di Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Bahkan, dari informasi yang dihimpun, wilayah tersebut menjadi salah satu daerah yang menjadi langganan banjir di musim hujan. Apalagi jika intensitas hujan sedang tinggi. 

Kepala Desa Harjokuncaran, Arief Sujono menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di wilayahnya itu dikarenakan gorong-gorong atau saluran air yang kurang berfungsi optimal. Tepatnya, saluran pembuangn air yang ada di belakang Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Malang. Tepatnya di depan Kantor Desa Harjokuncaran. 

Dari pantauannya, selain saluran airnya yang memang terbilang kecil, aliran air tidak bisa lancar diduga karena juga tersumbat sampah pemukiman warga. 

Kepala Desa Harjokuncaran, Arief Sujono.

"Kalau saluran air dibelakang sekolah itu tidak juga dibangun, setiap tahun Harjokuncaran jadi langganan banjir," ujar Arief.

Pihaknya pun juga sudah mengajukan permohonan pembangunan saluran air ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Dan dinas terkait pun juga telah melakukan survey lokasi. Namun hingga kini, pembangunan saluran air tersebut juga tak kunjung terealisasi. 

"Kasus yang sama juga gedung Puskemas Harjokuncaran yang terletak bersebelahan dengan MTsN. Kini Pemkab Malang tengah membangun gedung Puskesmas baru di Argotirto.Tetapi, khusus untuk pembangunan saluran pembuangan air di belakang MTsN itu sampai sekarang belum ada kepastian," terang Arief. 

Berkaca pada tahun 2020 lalu, banjir yang menggenangi di Desa Harjokuncaran mencapai ketinggian hingga 2,5 meter. Bahkan, juga menyebabkan kerusakan di sejumlah bangku dan ruangan kelas. Saat itu, banjir terjadi pada hari pertama setelah masa libur semester.

Akibatnya, untuk melanjutkan proses belajar mengajar, pihak sekolah mengalihkan siswa ke ruang laboratorium. Karena saat itu, ada beberapa ruang kelas yang masih terendam banjir. 

Topik
g30spkiharjokuncranBanjirMusim Hujan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru