Kapolri Ingin Tarik Novel Baswedan Dkk ke Polri, Ini Alasannya

Sep 29, 2021 09:46
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Merdeka.com)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Merdeka.com)

JATIMTIMES - Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengaku ingin menarik semua pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai ASN Polri. Termasuk penyidik senior Novel Baswedan.

Penarikan pegawai KPK dari komisi antirasuah ke Korps Bhayangkara ini diklaim sebagai bentuk kebutuhan Polri untuk pengembangan tugas-tugas. Hal itu juga dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.  "Semuanya sama (ingin ditarik ke Polri, termasuk Novel Baswedan)," kata Argo. 

Namun, Argo belum bisa menuturkan lebih lanjut mengenai mekanisme ataupun proses perpindahan pegawai antarinstitusi tersebut. Ia mengatakan bahwa aturan itu masih akan digodok dan dikoordinasikan dengan institusi terkait. "Kami menggandeng (BKN dan KemenpanRB). Tunggu saja," ucap Argo.

Diklaim Sudah Disetujui Presiden Jokowi

Sebagai informasi, Listyo berencana menarik 56 pegawai KPK yang tak lulus TWK  itu untuk memperkuat Korps Bhayangkara. Dalam hal ini, Listyo menjelaskan bahwa ada tugas-tugas tambahan di Korps Bhayangkara terkait dengan upaya pencegahan dan mengawal program penanggulangan covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Oleh sebab itu, Listyo pun telah menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa menyetujui usulan penarikan pegawai KPK tersebut yang tidak lulus bisa menjadi ASN di Polri.

Kemudian, Listyo mendapat surat balasan dari Istana pada 27 September 2021 melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno. "Berkirim surat kepada Pak Presiden untuk memenuhi kebutuhan organisasi Polri terkait pengembangan tugas-tugas di Bareskrim Polri, khususnya Dittipidkor (Direktorat Tindak Pidana Korupsi)," kata Listyo dalam rekaman konferensi pers Divisi Humas Polri, Selasa (28/9/2021).

"Prinsipnya, beliau (Jokowi) setuju 56 orang pegawai KPK tersebut untuk menjadi ASN Polri," kata Listyo menambahkan.

Alasan Listyo Menarik 56 Pegawai KPK

Menurut Listyo, Korps Bhayangkara melihat rekam jejak dan pengalaman pegawai KPK itu yang memiliki kemampuan di bidang pemberantasan korupsi. Oleh sebab itu, mantan kabareskrim tersebut berpendapat rekam jejak 56 pegawai KPK yang dipecat karena gagal tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status jadi aparatur sipil negara (ASN) tersebut bermanfaat untuk memperkuat Polri sebagai institusi.

"Karena kita melihat rekam jejak dan tentunya pengalaman tipikor. Itu sangat bermanfaat untuk memperkuat jajaran organisasi yang saat ini kita kembangkan untuk memperkuat organisasi Polri," ujar Listyo. 

Topik
Cegah penularan covid 19Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)kapolri jenderal listyo sigit prabowo
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru