Berjalan Kondusif, Dindik Kabupaten Malang Pastikan Tidak Ada Klaster PTM Terbatas

Sep 28, 2021 17:44
Kepala Dindik Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala Dindik Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang memastikan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan sejak beberapa pekan lalu sudah berjalan kondusif. Selain itu, Kepala Dindik Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono memastikan bahwa tidak ada klaster yang muncul dari PTM Tatap Muka. 

Hal tersebut juga ditegaskan dengan capaian vaksinasi bagi kalangan siswa. Terutama bagi siswa yang berada di rentan usia 12 sampai 17 tahun. Meskipun dirinya tidak dapat menyebutkan secara pasti, berapa capaian vaksinasi bagi kalangan siswa. 

"Laporan dari pengawas sekolah dan kepala sekolah bahwa perkembangan vaksinasi bagi siswa di sekolahnya masing-masing tergolong bagus. Meskipun ada beberapa peserta didik yang tidak diizinkan orang tuanya untuk ikut vaksin," ujar Rahmat, Selasa (28/9/2021).

Menurut Rahmat, vaksinasi bukan menjadi syarat bagi siswa yang akan mengikuti PTM terbatas. Namun dirinya tetap mendorong bagi guru dan pendidik untuk mengikuti bahkan ikut mengajak dan memfasilitasi secara aktif terhadap keluarganya untuk vaksin. 

"Syarat ikut PTM Terbatas adalah mematuhi prokes (protokol kesehatan) secara lebih ketat," tegas Rahmat.

Dari pantauannya hingga saat ini, sempat ditemukan dugaan kasus positif Covid-19 pada seorang tenaga pendidik. Namun ternyata yang bersangkutan hanya kontak erat dengan keluarganya yang positif. Setelah itu pun, PTM terbatas di sekolah itu sempat dihentikan sementara. 

"Seluruh pendidik beserta tenaga kependidikan diswab oleh Puskesmas setempat ternyata hasilnya negatif semua," imbuhnya. 

Sedangkan untuk vaksinasi untuk siswa di sekolah yang berada di kewenangan Dindik Kabupaten Malang adalah siswa yang berusia 12 sampai 17 tahun. Sehingga pihaknya mengaku sempat kesulitan untuk mendata capaian vaksinasi di kalangan siswa. 

"Untuk SMP sangat tinggi meski ada beberapa yang belum, sedangkan SD agak sulit di beberapa wilayah mengingat batasan usia 12 tahun itu sebagian besar hanya untuk kelas 6 saja," pungkas Rahmat.

Topik
Dinas Pendidikandinas pendidikan kabupaten malangKabupaten Malangpembelajaran tatap mukapagelaran wayang kulit dibubarkan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru