Perumda Jasa Yasa Segera Ajukan Permohonan Suntikan Dana

Sep 28, 2021 17:56
Direktur Utama Perumda Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan.(foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Direktur Utama Perumda Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan.(foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jasa Yasa Kabupaten Malang akan segera mengajukan permohonan suntikan dana. Langkah tersebut diambil untuk dapat mengatasi kondisi krisis finansial di Perumda Jasa Yasa. Krisis finansial itu sendiri dikarenakan unit bisnis yang dikelola oleh Perumda Jasa Yasa adalah tempat wisata.

Hingga saat ini karena masih pandemi, tempat wisata masih belum diperbolehkan buka. Krisis finansial itu sendiri terjadi sejak diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada beberapa waktu lalu. 

"Terutama sejak PPKM itu resmi diberlakukan. Jadi sudah beberapa bulan 'tiarap'," ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan melalui sambungan telepon, Selasa (28/9/2021) siang. 

Imbas krisis finansial itu, mayoritas karyawan Perumda Jasa Yasa belum menerima gaji selama sekitar 4 bulan. Bahkan berdasarkan keterangannya, termasuk jajaran pimpinan perusahaan. Wildan merinci, ada sekitar 130 karyawan Perumda Jasa Yasa yang belum menerima gaji.

"Kalau wisata ini kan pemasukannya ya dari pengunjung. Kalau untuk pengunjung ditutup, ya tiarap, tidak ada pemasukan," terang pria yang akrab disapa Wildan ini. 

Untuk itu, rencananya Perumda Jasa Yasa akan segera mengajukan permohonan suntikan dana. Sebab menurutnya, memang hal tersebut yang bisa dilakukan olehnya sebagai Badan Usaha Milik Daerah. 

"Ya rencana (pengajuan permohonan) segera, kalau bisa secepatnya," imbuh Wildan. 

Saat ini semua tempat wisata yang dikelola Perumda Jasa Yasa juga masih ditutup. Meskipun sempat ada wacana, salah satu tempat wisata yang dikelola Perumda Jasa Yasa, Pantai Balekambang akan diuji coba. 

"Iya wacananya (uji coba), tapi kan kami menunggu SK (Surat Keputusan) Bupati Malang," tegas Wildan. 

Rencananya, jika suntikan dana itu jadi diterima, akan diarahkan untuk menutup kebutuhan operasional dan gaji karyawan yang masih macet. Selain itu juga diarahkan untuk melakukan beberapa pengembangan.

"Kalau kebutuhan setiap bulan termasuk gaji karyawan sekitar Rp 250 juta. Ya belum tertutup semua," pungkas Wildan.

Topik
Jasa Yasa Kabupaten Malangwisata kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru