11 Kantor Layanan Polresta Malang Kota Bakal Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

Sep 27, 2021 18:56
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto saat ditemui awak media seusai merilis ungkap kasus penggagalan peredaran minuman keras (miras) ilegal di Mapolresta Malang Kota, Senin (27/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto saat ditemui awak media seusai merilis ungkap kasus penggagalan peredaran minuman keras (miras) ilegal di Mapolresta Malang Kota, Senin (27/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Demi menjaga kesehatan secara komunal di tengah pandemi Covid-19, Polresta Malang Kota berencana menerapkan Aplikasi Peduli Lindungi di 11 titik kantor layanan publik, termasuk di masing-masing polsek. 

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengatakan, kondisi penyekatan memang sudah mulai dilonggarkan, namun pembatasan tetap dilakukan dengan konsep yang berbeda. Salah satunya dengan menerapkan Aplikasi Peduli Lindungi. 

"Kami Polresta Malang Kota juga mengajukan di 11 titik yakni 5 Polsek dan 6 (kantor, red) pelayanan publik itu mengajukan barcode Peduli Lindungi," ungkap perwira yang akrab disapa Buher kepada JatimTIMES.com, Senin (27/9/2021). 

Karena dengan menerapkan penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi, menurutnya dapat memudahkan petugas untuk melakukan tracking atau penelusuran sejak dini dalam mencegah terjadinya klaster penyebaran Covid-19. 

Selain itu, dengan penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi nantinya dapat memastikan bahwa masyarakat yang beraktivitas di dalam tempat tersebut telah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama hingga kedua. Di mana suntikan vaksin tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari Covid-19. 

Dengan rasionalisasi seperti itu, maka lima kantor polsek yang akan menerapkan aplikasi Peduli Lindungi yakni Polsek Lowokwaru, Polsek Blimbing, Polsek Klojen, Polsek Kedungkandang dan Polsek Sukun akan menerapkan Aplikasi Peduli Lindungi. 

"QR-code itu nanti kalau sudah centang hijau berarti dia bisa masuk (ke Polsek, red) dan itu juga dibatasi setiap hari termasuk Polresta juga akan ada pembatasan," jelas Buher.

Bukan hanya itu, Buher juga menuturkan jika edukasi kepada  masyarkat akan terus dilakukan seiring melonggarnya penyekatan. Diantaranya dengan mengedukasi masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) serta bersedia untuk melakukan vaksinasi. 

Penguatan edukasi mengenai penerapan prokes dan segera melakukan vaksinasi dilakukan utamanya di kalangan masyarakat yang saat ini bekerja di sektor esensial kritikal. Sehingga masyarakat juga dapat menggunakan QR-Code yang terdapat pada Aplikasi Peduli Lindungi.  

Pasalnya, saat ini di Kota Malang mulai dari tempat wisata hingga mal semuanya sudah menerapkan penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi untuk beraktivitas di dalam tempat tersebut. 

Di sisi lain, penyekatan akan diperlonggar dengan skema pengalihan arus. Di mana penyekatan di pos penjagaan tidak lagi dilakukan jajaran aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). 

Topik
Polresta Malang KotaAKBP Budi HermantoBerita MalangBerita Jatim
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru