Pulihkan Perekonomian, Warga Kota Batu Suguhkan Kampung Kuliner Tradisional

Sep 27, 2021 17:56
Pengunjung saat membeli serabi di kampung kuliner tradisional di kawasan Dusun Dadaptulis, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)
Pengunjung saat membeli serabi di kampung kuliner tradisional di kawasan Dusun Dadaptulis, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)

JATIMTIMES - Untuk memulihkan perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19, warga di kawasan Dusun Dadaptulis, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo punya cara tersendiri. Yakni dengan menjajakan beragam jajanan tradisional tepat berada di jalan utama kelurahan tersebut.

Para warga itu menjajakan kuliner tradisional di stand yang terbuat dari gubug bambu. Totalnya ada 10 stand yang menyuguhkan jajanan, mulai dari jajanan lainnya seperti cenil, jenang grendul, jenang sum-sum, dawet, gatot, tape ketan hitam, tetelan, dan beberapa jajanan lainnya.

Namun ada sesuatu yang menarik, di sana juga memberikan edukasi cara membuat serabi di Kampung Kuliner Tradisional. Adonan yang sudah dibuat dari tepung beras, parutan kelapa, langsung dituang pada wadah yang terbuat dari tanah liat.

Serabi yang dibuat di atas tungku itu dengan menggunakan bahan bakar arang. Supaya tidak lengket di wadah, cara memasaknya ditaruh di cobek dan diberi daun waru. Setelah matang, baru dicampuri dengan gula merah.

“Cara membuat serabi ini disuguhkan supaya ada edukasinya saat pengunjung beli di Kampung Kuliner Tradisional,” ungkap Ketua RW 07 Dusun Dadaptulis, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Harmoko.

Cara membuat serabi itu diberikan lantaran merupakan makanan khas di dusun tersebut. Selain itu mereka yang berjualan di sana menggunakan pakaian kebaya.

Harmoko menambahkan, Kampung Kuliner Tradisional hadir lantaran keinginan warga untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Setelah ide-ide dari warga itu ditampung pihaknya langsung menjembatani dengan membuat gubuk supaya lebih menarik.

Bagi yang tertarik untuk mengunjungi kampung kuliner tradisional pada hari Senin sampai Sabtu, mulai pukul 15.00 sampai selesai. Untuk hari Minggu dibuka mulai jam 07.00 sampai selesai.

Topik
Kampung Wisatamuhammadiyah banyuwangipariwisata kota batu
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru