Kenakan Kemeja Putih dan Jas Hitam, Luhut  Penuhi Panggilan Polisi soal Laporan ke Haris Azhar-Fatia

Sep 27, 2021 10:07
Luhut Binsar Pandjaitan tampak mengenakan kemeja putih dan jas hitam saat datang ke Polda Metro Jaya. (Foto: Kompas.com)
Luhut Binsar Pandjaitan tampak mengenakan kemeja putih dan jas hitam saat datang ke Polda Metro Jaya. (Foto: Kompas.com)

JATIMTIMES - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (27/9/2021). 

Luhut dijadwalkan diperiksa dalam kapasitasnya selaku pelapor untuk diklarifikasi atas laporannya terhadap aktivis Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti. 

Menteri 73 tahun itu tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 08.28 WIB dengan menggunakan mobil Lexus hitam.  Ia terlihat mengenakan kemeja putih dan jas hitam. 

Sayangnya saat dihampiri awak media, Luhut irit bicara dan memilih langsung masuk ke gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. "Nanti ya," ujarnya singkat.

Seperti diketahui, Luhut sebelumnya resmi melaporkan Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya pada Rabu (22/9/2021) lalu. Laporan Luhut itu, teregister dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021.

Selain menempuh jalur pidana, Luhut juga mengajukan gugatan perdata terhadap Haris dan Fatia. Ia menggugat keduanya sebesar Rp 100 miliar atas pencemaran nama baik.

Untuk diketahui, laporan Luhut kepada Haris Azhar dan Fatia ini berawal dari konten di YouTube yang berjudul 'Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!. Pihak Luhut pun membantah konten yang termuat di video tersebut.

Dalam video itu, Haris dan Fatia membahas soal perusahaan bernama PT Tobacom Del Mandiri. Perusahaan itu disebut sebagai anak usaha Toba Sejahtra Group, yang sahamnya dimiliki oleh Luhut. Perusahaan ini diklaim tengah bermain bisnis tambang di Papua.

"PT Tobacom Del Mandiri ini direkturnya adalah purnawirawan TNI namanya Paulus Prananto. Kita tahu juga bahwa Toba Sejahtra Group ini juga dimiliki sahamnya oleh salah satu pejabat kita, Namanya adalah Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), The Lord, Lord Luhut. Jadi Luhut bisa dibilang bermain dalam pertambangan pertambangan yang terjadi di Papua hari ini," kata Fatia dalam video tersebut. "LBP, Lord Luhut," jawab Haris.

Fatia juga mengaitkan nama-nama tersebut, termasuk Luhut, sebagai orang yang ada di balik pemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2014 lalu. "Mereka juga yang jadi pemenangannya Jokowi di tahun 2014," ujar Fatia. "Ya, kalau Lord Luhut jelas," imbuh Haris.

Topik
Luhut Binsar PanjaitanHaris Azharkereta api lokalPolda Metro Jaya
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru