PeduliLindungi Mau Dijadikan Alat Pembayaran Digital, Ini Saran Pengamat

Sep 27, 2021 09:41
PeduliLindungi (Foto: Ditjen Aptika - Kominfo)
PeduliLindungi (Foto: Ditjen Aptika - Kominfo)

JATIMTIMES - Di masa pandemi covid-19 saat ini, aplikasi PeduliLindungi terus dikembangkan oleh pemerintah. BelUm lama ini, ide pengembangan baru muncul dari Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk menambah fitur pembayaran digital ke PeduliLindungi.

Apakah bisa fitur pembayaran digital tersebut diterapkan di aplikasi PeduliLindungi?

Rencana itu pun turut diamati oleh pengamat teknologi yang juga merupakan Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi. Heru mengatakan, memang fitur pemabayaran digital bisa saja ditambahkan dalam aplikasi PeduliLindungi. 

Bahkan, Heru menyebutkan ini adalah ide yang cukup brilian. Menurut dia, sebuah fitur pembayaran digital harus ada eksosistemnya lebih dahulu. 

Fitur pembayaran aplikasi ini harus sudah jelas untuk membayar apa. Kemungkinannya, menurut Heru, adalah untuk urusan kesehatan. Mungkin saja bisa digunakan untuk membayar vaksin booster.

"Fitur pembayaran digital harus ada ekosistemnya, untuk bayar apa tujuannya. Kalau e-commerce secara umum mungkin tidak bisa, paling untuk layanan kesehatan. Misalnya, nantinya untuk pembayaran vaksin booster, bilamana harus berbayar dan terbuka digunakan," kata Heru dikutip dari wawancara eksklusif detik.com.

Nantinya, jika sebagai alat pembayaran, juga banyak syarat yang harus dipenuhi. Ia menjelaskan aplikasi ini harus mendapatkan izin dari Bank Indonesia lebih dulu, lalu serangakaian uji coba juga harus dilakukan.

"Tentunya harus melalui serangkaian uji coba dan syarat yang telah ditetapkan seperti yang dipenuhi sistem pembayaran lainnya," ungkapnya. 

Namun, Heru menyarankan aplikasi tersebut saat ini lebih baik fokus untuk urusan publik, khususnya dalam bidang kesehatan dalam rangka melaksanakan sistem tracing virus. Kalau pun pemerintah ingin membuat sistem pembayaran digital, lebih baik dipisah. Atau justru menggunakan sistem pembayaran yang sudah ada saja. 

Heru pun berpendapat, daripada membuat alat pembayaran digital untuk PeduliLindungi, baiknya ada pengembangan aplikasi e-commerce nasional besutan pemerintah.  Di dalamnya, semua fitur juga sudah lengkap, bahkan mulai dari pesan instan sampai alat pembayaran. Sebagai contoh, hal ini sudah dilakukan China melalui aplikasi WeChat.

"Ide yang menurut saya lebih pas membangun e-commerce nasional, yang dilengkapi sistem pembayaran, pesan instan, dan sebagainya. Saatnya kita punya semacam WeChat-nya Indonesia seperti yang ada di Tiongkok sana," kata Heru.

Topik
Perjalanan dengan keretaMuhammad Ali International Airportharga invermectin
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru