Kelurahan Sukoharjo Terpilih Menjadi Salah Satu Perintis Program Desa/Kelurahan Cantik di Indonesia

Sep 26, 2021 15:02
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Erny Fatma Setyoharini (tiga dari kiri) saat bersama perangkat Kelurahan Sukoharjo, Kota Malang. (Foto: Istimewa)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Erny Fatma Setyoharini (tiga dari kiri) saat bersama perangkat Kelurahan Sukoharjo, Kota Malang. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Sebuah prestasi kembali ditorehkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Yakni Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang terpilih menjadi salah satu perintis Program Desa/Kelurahan Cantik (Cinta Statistik) se-Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS). 

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini menjelaskan, Program Desa/Kelurahan Cantik ini berfungsi untuk optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik agar pembangunan di desa/kelurahan lebih tepat sasaran. 

"Melalui Program Desa/Kelurahan Cantik ini, sumber daya manusia di kelurahan akan dilatih mengolah data monografi kelurahan dan menyajikannya menjadi informasi serta infografis yang mudah dipahami oleh masyarakat," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima JatimTIMES.com, Minggu (26/9/2021). 

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh BPS Kota Malang, Kelurahan Sukoharjo terpilih menjadi salah satu dari 70 desa/kelurahan se-Jawa Timur atau 100 desa/kelurahan se-Indonesia dalam rintisan Program Desa/Kelurahan Cantik oleh BPS Kota Malang.

Erny menuturkan, dengan terpilihnya Kelurahan Sukoharjo sebagai perintis Desa/Kelurahan Cantik, diharapkan dapat memotivasi kelurahan lain untuk lebih memahami lagi terkait statistik serta manfaat pembangunan yang berdasarkan data. 

"Tujuan dari Program Desa/Kelurahan Cantik sendiri salah satunya adalah meningkatkan kompetensi, literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik," terangnya. 

Lebih lanjut, kriteria Desa/Kelurahan Cantik ini antara lain adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola data di level kelurahan, ketersediaan sinyal telepon yang kuat atau sangat kuat dan sinyal internet 4G atau 3G di sebagian besar wilayah desa/kelurahan.

Kelurahan Sukoharjo dipilih menjadi salah satu perintis Program Desa/Kelurahan Cantik karena memiliki SDM yang peduli terhadap data, rutin melakukan pemutakhiran website serta memerhatikan data profil desa dan kelurahan (prodeskel) selama dua tahun terakhir.

"Kelurahan Sukoharjo sebagai perintis Desa/Kelurahan Cantik dan diharapkan kedepan semua kelurahan di Kota Malang dapat melakukan hal yang sama, tentunya dengan pendampingan dari BPS Kota Malang," tuturnya. 

Untuk mewujudkan rencana tersebut, kata Erny dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari Pemerintah Kota Malang, khususnya dalam hal sosialisasi mengenai pentingnya data yang dimulai dari level kelurahan.

Terdapat kegiatan yang dilakukan dalam Program Desa/Kelurahan Cantik antara lain, pembinaan dan sosialisasi Pusat Pembelajaran Statistik (Pulsa), pendampingan oleh tim Desa/Kelurahan Cantik dalam menginvetarisir ketersediaan data pada Kelurahan Sukoharjo, serta pembuatan publikasi atau infografis terkait profil Kelurahan Sukoharjo yang saat ini sedang dalam proses pendampingan oleh BPS Kota Malang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Sukoharjo Januar Agung Rizaldhi mengungkapkan, adanya Program Desa/Kelurahan Cantik ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan berusaha meningkatkan keterampilan serta kualitas SDM dalam mengelola data dan menyajikan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Melalui program ini, pihaknya berharap peningkatan kualitas SDM kelurahan bisa meningkat dan merata. Sehingga tidak hanya dikuasai sebagian orang saja namun kemampuan setiap petugas dalam memahami informasi pun dapat meningkat. 

Menurutnya, pada dasarnya setiap aparatur sipil negara (ASN) adalah agen informasi serta sebagai institusi pemerintah berupaya menyajikan informasi yang valid dan lengkap. "Kami juga telah berdiskusi dan bekerja sama dengan BPS Kota Malang sebagai tindak lanjut program ini, serta melaksanakan pelatihan atau istilahnya 'Sinau Bareng' tentang statistik," pungkasnya.

Topik
BPS kota malangblt dd kota batu
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru