Hana O Maku, Event Sakral Koeboeran Londo Simbol Perdamaian Jepang dan Indonesia

Sep 25, 2021 19:52
Banner kegiatan Hana O Maku yang digelar di TPU Nasrani Sukun. (Ist)
Banner kegiatan Hana O Maku yang digelar di TPU Nasrani Sukun. (Ist)

JATIMTIMES - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nasrani Sukun, Sabtu, (25/9/2021), tampak berwarna dengan hadirnya sosok-sosok penari berpakaian Jawa dan sosok orang  berpakaian ala Jepang. Bukan untuk berkarnaval. Orang-orang tersebut justru akan melakukan kegiatan sakral Hana O Maku.

Di situ, para wanita yang berpakaian adat Jawa melakukan tarian penghormatan di depan tugu Jepang yang merupakan tugu tempat abu orang-orang Jepang yang meninggal dahulu.

1

Para penari membawakan tarian Gading Alit dari Sanggar Tari Sardulo Djojo. Tarian itu dikemas menarik dipadu dengan tabur bunga dengan menerapkan budaya Jepang sebagai bentuk penghormatan. 

Kepala UPT Pengelolaan Pemakaman Umum (UPT PPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Subaedi menjelaskan,  kegiatan Hana O Maku merupakan kegiatan sakral tabur bunga bertujuan atau memiliki makna menjaga persahabatan dan perdamaian antara Jepang dan Indonesia.

"Kegiatan ini merupakan event terbatas. Kami mengundang hanya beberapa tamu dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Namun kegiatan ini tidak berhenti di sini. UPT PPU akan mendukung program-program Pokdarwis Koeboran Londo yang menitikberatkan pada ekonomi kerakyatan" jelas Subaedi. 

2

Selain sebagai kegiatan sakral dan penghormatan, kegiatan ini tentunya juga menjadi sebuah kegiatan yang menarik dan berpotensi sebagai event wisata. Sebab, di balik makna dari kegiatan yang dilakukan, pernak-pernik dari tatanan peserta Hana O Maku dengan pakaian adat Jawa dan adat Jepang tentu menarik para wisatawan.

Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja dari Pokdarwis Koeboeran Londo ini juga menjadi momentum dalam mengenalkan potensi yang ada di TPU Nasrani Sukun atau Koeboeran Londo. Seperti diketahui, TPU ini merupakan TPU yang banyak menyimpan cerita-cerita bersejarah. 

"Makanya ini momen untuk mengenalkan. Tradisi budaya yang perlu dilestarikan dan jangan sampai terkikis" kata pria yang akrab Hubet ini.

3

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Koeboeran Londo Djainul Arifin mengatakan Hana O Maku ini merupakan awal geliat pariwisata di Koeboeran Londo. Event ini merupakan salah satu tanda dari kebangkitan wisata di Kota Malang.  "Meskipun digelar secara tertutup, kami optimistis geliat perekonomian dapat kembali bergeliat" ujar Djainul.

Selain event Hana O Maku, Pokdarwis Koeboeran Londo juga mempunyai event atau kegiatan lain yang nantinya akan digelar setelah kondisi Kota Malang aman dari kasus covid-19.  Kegiatan tersebut seperti misa arwah, sedekah oksigen, maupun jelajah Koeboeran Londo. 

 

Topik
Kuburan Londo SukunMakam Nasrani SukunTambah kiperBerita MalangDLH Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru