Bergengsi, UIN Malang Gelar Webinar Internasional Hadirkan Para Akademisi Dunia

Sep 25, 2021 18:48
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Zainuddin MA saat memberikan sambutan webinar internasional (Ist)
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Zainuddin MA saat memberikan sambutan webinar internasional (Ist)

JATIMTIMES - Wabah pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun, banyak mempengaruhi berbagai elemen, termasuk di dunia pendidikan. Pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka, kini berubah pembelajaran daring atau virtual. 

Hal ini tentunya memberikan tantangan bagi instansi pendidikan untuk dapat berdaptasi secepat mungkin. Bahkan di sebagian masyarakat, pembelajaran virtual malah menimbulkan problem tertentu. 

1

Melihat fenomena tersebut, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang merespons dengan menggelar International Webinar Series “The Potentials and Challenges of Teachers in Facing Digital Literacy During Pandemic Era” yang dilaksanakan 25-26 September 2021.

2

Dekan FITK Dr H Nur Ali MPd mengatakan, gagasan dari berbagai kalangan, baik dari dosen maupun mahasiswa yang mengikuti International Webinar Series akan sangat membantu untuk mencari problem solving dari permasalahan yang ada. Hal ini termasuk juga untuk menemukan formula yang ideal dalam pembelajaran di masa pandemi. 

"Hal ini guna mempublikasikan kepada dunia internasional bahwa potensi-potensi lokal yang  dimiliki dapat diketahui oleh dunia luar," jelasnya.

2

Rektor UIN Maliki Malang, Prof Zainuddin MA, menambahkan, laporan dari Bank Dunia yang disampaikan Menteri Keuangan, bahwa Indonesia membutuhkan waktu 45 tahun untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang pendidikan dalam hal membaca. 

Sedangkan dalam hal sains, disampaikannya, Indonesia membutuhkan waktu 75 tahun untuk mengejar ketertinggalan di bidang Sains dibanding dengan negara lain.

“Laporan ini didasarkan pada sistem pendidikan nasional saat ini,” jelasnya. 

Meskipun begitu, dikatakannya, jika Indonesia memiliki potensi dalam bidang pendidikan. Perintah dalam mengalokasikan anggaran 20 persen dari total Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN), tentunya diharapkan bisa memberikan imbas positif bagi kemajuan bagi bangsa. 

"Indonesia merupakan negara yang menempati negara dengan penduduk yang besar. Ini tentunya juga menjamin peran sosial mereka. Itu juga berkaitan dengan bagaimana sumber daya manusia itu bisa ditingkatkan," tuturnya. 

4

Bukan hanya itu, yang menjadi tantangan lain, saat ini ditengarai bahwa yang menjadi pusat kebudayaan bukanlah pada dunia pendidikan, namun justru pada dunia bisnis dan politik.

Karena itu, pada situasi seperti ini, maka perguruan tinggi islam dan pada umumnya tentunya akan terganggu. Sebab, hal ini merupakan sebuah ancaman. 

5

Maka dari itu, setidaknya terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, harus membangun paradikma pendidikan Islam yang riil, antroposis yang menyangkut nilai kemanusiaan untuk memberi pendidikan dan menanamkan nilai-nilai Islam kepada peserta didik.

Kedua harus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang menanamkan nilai juang dan etos kerja yang tinggi. Selain itu, tentunya harus juga menerapkan model pembelajaran yang terintegratif dalam berbagai aspek.

"Kita harus berkomitmen untuk menjawab isu penting, yaitu globalisasi dan persaingan dengan menguasai IT, diimbangi dengan kekuatan spiritual dan etika," jelasnya.

Kemudian, yang terkahir, semua harus berkomitmen untuk menyebarkan Islam yang damai, moderat dan toleran. "Saya berharap seminar ini dapat merumuskan berbagai problem dan tantangan yang dihadapi para guru di era digital 4.0 ini," pungkasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan MoU antara UIN Maliki Malang dengan berbagai instansi pendidikan di luar negeri. Tercatat ada 7 intansi yang akan melakukan MoU di antaranya Medi-Cap University India, Principal oleh Dr. Dan Pradyumna Yadaf; National Textile University, Faisalabad Pakistan, Rektor. Prof, Dr. Tanvir Hussain; MIT Art, Design, & Technology Univerisity, India, Prof. Mangesh T, Karad, Hon.

Kemudian, Global Opportunities Commersalitation, Australia, Dr. Christ Sotiropoulos; International Global Professional, Bangladesh, Koswhik Datta; Scientific Innovation Research Group (SIRG) Egypt, Dr Ahmed Elngar; Y Dijla Co Pvt, Ltd, Iraq, Prof. Dr. Ahmed J. Obaid. 

 

 

Topik
UIN Maliki MalangUIN Malangwebinar internasional
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru