Sebagian Besar Anggaran PEN untuk Infrastruktur, Ketua Dewan: Salah Satunya Akses Ekonomi

Sep 25, 2021 18:28
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah fokus dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN). Setidaknya ada empat sektor yang jadi fokus Pemkab Malang dalam PEN ini. Yakni infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Sedangkan dari anggaran sebesar Rp 365 miliar yang disiapkan untuk PEN, mayoritas diarahkan untuk penguatan infrastruktur. 

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Darmadi menjelaskan, bahwa penguatan infrastruktur yang dimaksud adalah yang masih berkaitan dengan penguatan ekonomi. Sehingga dalam praktiknya nanti, upaya PEN ini akan melibatkab banyak unit kerja atau organisasi perangkat daerah (OPD). 

"Maka diharapkan nanti, dari keempat-empatnya (infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi) ini sejalan. Karena tidak mungkin empat sektor ini hanya ditangani satu unit kerja," ujar Darmadi, Sabtu (25/9/2021). 

Penguatan infrastruktur yang ia sebut ialah seperti pembangunan irigasi, akses jalan. Baik jalan kabupaten, jalan penghubung antar kecamatan, jalan penghubung antar desa, rumah produksi, tempat distribusi, akses pertanian dan beberapa lainnya. 

"Kalau di Dinas Cipta Karya mungkin bisa di fasilitas pendidikan, kesehatan atau infrastruktur lain. Untuk kesehatan sendiri juga sama. Itu selain 8 persen yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19," terang Darmadi. 

Sementara itu, dari catatan yang ia himpun, dari anggaran PEN yang dialokasikan sebesar Rp 365 miliar, hingga saat ini jika dirata-rata sudah terserap sekitar 50 persen. Sedangkan untuk anggaran penanganan Covid-19 yang sebesar Rp 124 miliar, hingga saat ini sudah terserap sekitar 60 persen. 

"Tapi sama, itu juga bervariatif setiap OPD. Kalau yang PEN ada yang sudah 50 persen, ada yang 70 persen bahkan ada juga yang hampir 100 persen. Begitu juga untuk 8 persen yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19," imbuh Darmadi. 

Sementara itu sebelumnya, anggaran sebesar Rp 365 miliar tersebut berasal dari refocusing Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Transfer Daerah serta Dana Bagi Hasil. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang merinci, besar anggaran yang akan dialokasikan untuk infrastruktur kurang lebih sebesar Rp 213 miliar. 

Selain itu, juga masih mengacu pada PMK, besaran pembaguan sejumlah program PEN, diantaranya untuk Perlindungan Sosial, Dukungan Ekonomi. Ia menyebut, setidaknya ada 23 organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan menerima kucuran anggaran tersebut. 

Rinciannya, program perlindungan sosial yang berjumlah Rp 63,2 miliar akan dialokasikan kepada 8 OPD. Sementara untuk Program Dukungan Ekonomi dialokasikan sekitar Rp 42 miliar bagi 8 OPD.

Topik
Pembangunan Ekonomi Nasionalpemalsuan ixentitasPemkab Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru