Program Bedah Rumah Terus Berjalan, Pemkot Malang: Komitmen KIta

Sep 25, 2021 14:55
Salah satu hasil renovasi rumah dari berjalannya Program Bedah Rumah di kawasan Jalan Kepuh, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Salah satu hasil renovasi rumah dari berjalannya Program Bedah Rumah di kawasan Jalan Kepuh, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berkomitmen mengentaskan kemiskinan di Kota Malang. Salah satunya dengan menjalankan program bedah rumah yang menyasar rumah-rumah masyarakat tak layak huni. 

Dalam menjalankan  program bedah rumah, Pemkot Malang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang. Berdasarkan data yang dihimpun oleh JatimTIMES.com, pada 2020 program bedah rumah telah terealisasi sebanyak 17 unit rumah. Sedangkan untuk 2021 hingga September,  program bedah rumah sudah terealisasi setidaknya 21 rumah dari rencana awal yakni 24 rumah tak layak huni untuk direnovasi. 

"Selain agar rumah warga tersebut menjadi lebih layak untuk ditempati, kami juga berharap agar tingkat kesehatan mereka meningkat karena kehidupannya sehari-hari menjadi lebih nyaman," ungkap Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko. 

Bung Edi -sapaan akrab Sofyan Edi Jarwoko- mengatakan, terkait alokasi anggaran yang digunakan untuk merealisasikan program bedah rumah telah ditentukan dengan menggunakan dana yang berada di Baznas Kota Malang. 

Sementara itu, Kepala Baznas Kota Malang Sulaiman mengungkapkan, untuk alokasi anggaran yang digunakan dalam  program bedah rumah disiapkan sekitar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta untuk satu rumah. Penentuan nominal yang akan digelontorkan untuk membiayai  program bedah rumah mengacu pada kondisi kelayakan rumah terlebih dahulu. 

"Selama proses renovasi, kita bekerjasama dengan masyarakat, tokoh masyarakat dan warga yang membedah, mensupport tenaga, mereka yang mengusulkan ada subsidi atau swadaya dari masyarakat," ujarnya. 

Lebih lanjut, dengan bantuan swadaya masyarakat di sekitar rumah sasaran  program bedah rumah untuk merenovasi rumah, pihaknya bersyukur program dapat berjalan lancar dan dapat segera terselesaikan. 

"Alhamdulillah selesai, minimal kita buat cor dalam kondisi rumah sehat," tuturnya. 

Sementara itu, salah satu warga yang mendapatkan  program bedah rumah bernama Sumarni (60) yang bertempat tinggal di Jalan Kepuh, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang merasa bersyukur atas kondisi rumah yang saat ini layak huni. Pasalnya, sebelum mendapatkan  program bedah rumah, kondisi rumahnya tidak layak huni. Atap yang sering bocor membuat dirinya harus menyiapkan beberapa ember untuk menampung air hujan yang dapat menggenangi rumahnya. 

"Alhamdulilah saat ini sudah tidak bocor lagi. Atapnya sudah diganti dan pintunya juga sudah ditinggikan," pungkasnya.

Topik
Bedah RumahPemkot MalangBaznas Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru