Tempat Wisata Belum Buka, Perumda Jasa Yasa Terseok-seok, Ini Komentar Dewan

Sep 25, 2021 13:04
Salah satu tempat wisata yang dikelola oleh Perumda Jasa Yasa.(foto:Istimewa).
Salah satu tempat wisata yang dikelola oleh Perumda Jasa Yasa.(foto:Istimewa).

JATIMTIMES - Masih belum diperbolehkannya tempat wisata untuk buka, ternyata meninggalkan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Salah satunya untuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jasa Yasa. Sebab, unit usaha wisata yang dikelola oleh Perumda Jasa Yasa juga terpaksa harus tutup.

Hal itu kabarnya juga membuat Perumda Jasa Yasa mengalami kesulitan finansial dalam beberapa bulan terakhir. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang Amarta Faza mengatakan, bahwa saat ini masih belum ada komunikasi dengan pihak Perumda Jasa Yasa. 

Hanya saja menurutnya, jika ada wacana untuk dapat membuka tempat wisata agar pendapatan dari sektor wisata bisa terkatrol, sebelumnya harus benar-benar dipastikan bahwa protokol kesehatan (prokes) telah diterapkan dengan benar. 

"Kedua, kalau memang diwacanakan terkait dengan penambahan modal atau wacana lainnya, tentu (Perumda) Jasa Yasa harus mengajukan terlebih dahulu, berkomunikasi. Ibaratnya antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan pihak terkait untuk nantinya dibahas ke Banggar, maka Jasa Yasa harus menyampaikan, suntikan dananya harus jelas," ujar Faza, Sabtu (25/9/2021).

Sebab menurutnya, jika memang suntikan dana yang diwacanakan sebagai salah satu solusi, maka sebelumnya harus diperjelas peruntukannnya. Misalnya, untuk mendukung penerapan prokes, atau untuk menambah unit bisni yang dinilai berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara sebelumnya, akibat masih belum dibukanya tempat wisata yang membuat Perumda Jasa Yasa kesulitan finansial, Perumda Jasa Yasa sempat dikabarkan nyaris gulung tikar. Sedangkan Perumda Jasa Yasa sendiri masih harus tetap mengeluarkan biaya untuk operasional.

Seperti gaji pegawai dan beberapa kebutuhan operasional lain. Direktur Utama (Dirut) Perumda Jada Yasa, Ahmad Faiz Wildan mengatakan bahwa dalam satu bulan pihaknya merugi sekitar Rp 200 juta. 

"Selama PPKM, kami (Perumda Jasa Yasa) tekor atau merugi sekitar Rp 200 juta per bulan. Itu untuk fixes cost saja. Belum termasuk perawatan operasional dan pengeluaran macam-macam lainnya," ucap Wildan beberapa waktu lalu. 

Sebagai informasi, beberapa tempat wisata yang dikelola oleh Perumda Jasa Yasa adalah seperti Pantai Balekambang, Pantai Ngliyep, Pemandian Dewi Sri, Pemandian Metro, Wisata Songgoriti dan lainnya. 

Topik
misteri bendera merah putihDPRD Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru