Pandemi Covid-19 Membaik, Disnaker Kota Malang Mulai Berlakukan WFO Hampir 90 Persen

Sep 24, 2021 07:36
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Erik Setyo Santoso saat ditemui di Balai Kota Malang, Kamis (23/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Erik Setyo Santoso saat ditemui di Balai Kota Malang, Kamis (23/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang mulai meningkatkan persentase pegawai yang melakukan Work From Office (WFO). Itu menyusul kondisi pandemi Covid-19 di Kota Malang perlahan membaik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso mengatakan, pihaknya sudah mulai menerapkan WFO di Kantor Disnaker-PMPTSP Kota Malang hampir secara total. "Kalau sekarang ini komposisi Work From Office kita sudah 90 persen di kantor," ungkapnya kepada JatimTIMES.com.

Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang tersebut menjelaskan, penyebab ditingkatkannya komposisi pegawai untuk menjalankan WFO yang mendekati 100 persen karena penurunan kasus pandemi Covid-19 dan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). "Sehingga sektor-sektor essensial pelayanan publik, komposisi Work From Office-nya juga sudah mulai kita tingkatkan," ungkap Erik Setyo Santoso. 

Untuk di Kantor Disnaker-PMPTSP Kota Malang sendiri sejak awal jajaran struktural memang sudah menerapkan WFO. Mulai dari jajaran Sekretaris Dinas, Kepala Bidang hingga Kepala Seksi setiap hari wajib hadir di Kantor Disnaker-PMPTSP Kota Malang. Sedangkan untuk jajaran staf tetap masuk dengan menerapkan WFO secara bergantian. "Jadi untuk di desk-desk pun sudah nggak ada masalah, karena di situ sudah ada waktu untuk gantian jaga di desk dan disini pun nggak ada masalah," ujar Erik Setyo Santoso. 

Penurunan tren kasus Covid-19 di Kota Malang juga dapat dilihat melalui laman infocovid19.jatimprov.go.id.  Di mana dalam laman tersebut, data per hari Kamis, 23 September 2021 Kota Malang masih bertahan di zona kuning dengan risiko rendah.

Kemudian untuk pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah tujuh orang sehingga total menjadi 15.364, kasus aktif Covid-19 berkurang 13 orang sehingga total menjadi 78 orang, pasien yang berhasil sembuh bertambah 20 orang sehingga total menjadi 14.173.

Lalu untuk kasus meninggal dunia akibat Covid-19 nihil dengan total saat ini 1.113. Hal itu juga membuat persentase recovery rate di Kota Malang sebesar 92,25 persen dan fatality rate-nya sebesar 7,24 persen. 

Kemudian pihaknya juga terus meningkatkan pelayanan, baik melalui pelayanan online maupun offline. "Tetap, kalau pelayanan kan sebenarnya yang secara online maupun offline tetap berjalan maksimal, desk-desk layanan di kantor juga berjalan," terang Erik Setyo Santoso. 

Sementara itu, meskipun saat ini Kota Malang berdasarkan peta zonasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menunjukkan kondisi membaik terkait Covid-19, pihaknya tetap mengimbau untuk masyarakat Kota Malang tidak lengah. "Jelas data berkurang drastis terkait covid, tapi sekali lagi jangan euforia dan tetap jaga menerapkan protokol kesehatan secara ketat," pungkas Erik Setyo Santoso.

Topik
Disnaker Kota MalangErik Setyo Santoso
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru