Ini Sederet Usulan Pegiat Literasi yang Dibahas Bappeda Kota Malang untuk Perencanaan 5 Tahunan

Sep 23, 2021 21:50
Kasubid Perencanaan Ekonomi dan Keuangan Bappeda Kota Malang Agung Buana saat memimpin jalannya diskusi bersama pegiat ekonomi kreatif, penulis dan penerbit di Mini Block Office Kota Malang, Kamis (23/9/2021). (Foto: Pipit Anggraeni/JatimTIMES)
Kasubid Perencanaan Ekonomi dan Keuangan Bappeda Kota Malang Agung Buana saat memimpin jalannya diskusi bersama pegiat ekonomi kreatif, penulis dan penerbit di Mini Block Office Kota Malang, Kamis (23/9/2021). (Foto: Pipit Anggraeni/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang terus berupaya menggali potensi ekonomi kreatif. Secara bertahap, 17 subsektor yang ada sebagai sektor unggulan diberikan ruang untuk pembangunan Kota Pendidikan ini yang lebih baik lagi.

Salah satunya terlihat dari Rembug Ekonomi Kreatif yang digelar pada hari ini, Kamis (23/9/2021). Dalam agenda tersebut, Bappeda Kota Malang melibatkan pegiat dan pelaku industri literasi. Dengan harapan, masukan yang disampaikan bisa membuat subsektor literasi dan penerbitan melesat sebagai salah satu sektor Ekraf unggulan Kota Malang.

Dalam agenda diskusi yang dikemas santai dan serius itu, seluruh stakeholder yang hadir menyampaikan usulan dan aspirasinya untuk perbaikan subsektor literasi dan penerbitan. Sederet usulan yang dibahas mulai dari iklim kreatif hingga dukungan Pemerintah Kota Malang untuk mendukung eksistensi komunitas literasi dan industri penerbitan di Kota Pendidikan ini.

Kasubid Perencanaan Ekonomi dan Keuangan Bappeda Kota Malang Agung H Buana mengatakan, nantinya poin-poin usulan dari para peserta akan menjadi pertimbangan Bappeda Kota Malang dalam menyusun perencanaan pembangunan ekonomi kreatif subsektor literasi dan penerbitan. 

"Permasalahan yang disampaikan kali ini selanjutnya akan dipreteli satu persatu melibatkan semua perangkat daerah, sehingga ada gambaran besar kuat seperti apa ekosistem literasi di Kota Malang," ungkapnya kepada para peserta, Kamis (23/9/2021). 

Hal itu dilakukan untuk menyerap aspirasi para pegiat ekonomi kreatif, literasi dan penerbitan agar nantinya produk perencanaan pembangunan ke depan tidak hanya pada persepsi pemerintah saja, melainkan melibatkan banyak pihak. 

Nantinya, produk perencanaan pembangunan ekonomi kreatif yang mulai disusun sejak tahun 2021 ini akan digunakan sebagai pembuatan roadmap atau peta jalan perencanaan pembangunan di periode 2022-2027. 

"Implikasi dari dokumen ini adalah kebijakan di dalamnya ada fungsi dinas, penerbit, penulis, distributor, dan masyarakat," ujarnya. 

Sementara itu, menurut salah satu akademisi yang hadir dalam diskusi tersebut yakni Dwi Cahyono menjelaskan dalam dunia literasi, kurator sangat dibutuhkan. Karena saat ini banyak juga kegiatan yang seringkali membutuhkan kurator. 

Menurutnya, literasi ini penting masuk dalam subsektor unggulan di perencanaan pembangunan ekonomi kreatif. "Karena Kota Malang ini adalah lekapura yang artinya bisa disebut sebagai kota literasi, awal tradisi literal di Jatim justru Malang," tegasnya. 

Dwi menuturkan, sejarah literasi merupakan sumber data tertulis yang ditemukan di Malang yakni pada Prasasti Dinoyo. Maka Malang memang sebenarnya sudah layak untuk menjadi Lekapura. Hal itu lah yang harus terus diperjuangkan agar tradisi literal di Malang tidak luntur.

"Malang tempatnya penulis dan perguruan tinggi, ini menjadi momentum bagus sebagai awal untuk meningkatkan literasi dan kajian serta dasar pemikiran, mengapa Malang perlu jadi unggulan. Karena Malang Lekapura," tuturnya. 

Sementara itu, salah satu penulis yang hadir dalam Rembug Ekonomi Kreatif Subsektor Literasi dan Penerbitan yakni Nurlayla Ratri mengatakan, pemerintah harus hadir di tengah-tengah komunitas literasi yang ada di Kota Malang

Sebagai wujud keseriusan dalam memerhatikan pegiat literasi, pemerintah juga harus mendukung karya para penulis dan penerbit di Kota Malang. Salah satunya menyiapkan wadah khusus agar penulis dapat bergerak dan semangat dalam menghasilkan karya. 

"Penghargaan itu bisa dimaksimalkan dengan melibatkan penerbit dan penulis untuk mendistribusikan buku ke sekolah dan kampus misalnya, tentu minimal menguatkan budaya dan sejarah lokal," ungkapnya. 

Selain itu, akses kemudahan memperoleh akses sumber yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan Kota Malang juga menjadi perhatian. Di mana beberapa penulis, terutama yang bergerak dalam penulisan sejarah mengaku sering kesulitan saat hendak mendapatkan izin mengakses dokumen tertulis yang ada. Padahal, sumber tersebut penting dijadikan acuan literasi di Kota Malang sendiri.

Selain itu, minat baca anak juga menjadi perhatian khusus dalam forum tersebut. Diharapkan pemerintah juga memberi perhatian khusus untuk akses literasi anak-anak. Selain itu juga ada dukungan nyata dari pemerintah untuk melakukan digitalisasi. Karena saat ini generasi muda cenderung suka membaca e-book. 

Begitu pula dengan penulis dan penerbit yang didorong untuk bisa memanfaatkan ruang digital. Sehingga literasi bisa berkembang lebih pesat melalui dunia digital yang memang saling bersentuhan dengan banyak pihak tersebut.

Bukan hanya itu, terkait standarisasi honor bagi penulis juga termasuk bahasan yang penting. Bagaimana seorang penulis selain dikagumi karyanya juga harus ditingkatkan honornya. Karena dewasa ini masih banyak penulis yang dapat honor kecil. Sehingga semangat membuat karya bisa saja hanya asal-asalan. Sehingga standarisasi honor di sini juga perlu keterlibatan pemerintah.

Keluhan dan aspirasi mengenai dunia literasi banyak disampaikan oleh para peserta diskusi yang hadir. Seluruhnya pun dicatat oleh Bappeda Kota Malang untuk kemudian didistribusikan dan didiskusikan bersama perangkat daerah terkait. Kemudian, hasilnya akan dibuat dalam sebuah Peraturan Wali Kota Malang. Sehingga ada pijakan pasti untuk pembangunan Ekraf dari subsektor literasi dan penerbitan.

Topik
perencanaan pembangunanEkonomi KreatifKota MalangBappeda Kota MalangAgung H BuanaBerita MalangBerita Jatim
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru