DPRD Kabupaten Malang Minta OPD Tingkatkan Serapan Anggaran

Sep 23, 2021 18:26
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malang lebih giat untuk meningkatkan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Harapannya, untuk menekan jumlah Sisa Anggaran Lebih Pembiayaan (SiLPA) pada akhir tahun 2021 ini. Dari catatan dan evaluasi yang dihimpun DPRD Kabupaten Malang, per Juli hingga Agustus lalu, serapan anggaran di setiap OPD masih mencapai angka 30 sampai 40 persen.

Padahal menurut Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang Amarta Faza, menjelang akhir September ini, seharusnya sudah mencapai 50 sampai 60 persen. 

"Kita sudah mereview serapan setiap OPD per Juli dan Agustus lalu, rata-rata masih diangka 30-40 persen. Tapi kami masih memaklumi, karena sebelumnya sempat ada program refocusing sebanyak 3 kali. Sehingga hal itu bisa menghambat proses administrasi, kemudian memperlambat serapan anggaran," ujar pria yang akrab disapa Faza ini.

Politisi Partai Nasdem ini menyebutkan, salah satu solusi yang bisa diambil satuan kerja untuk dapat meningkatkan serapan ini yaitu dengan menggiatkan berbagai program. Termasuk program pembangunan. Seperti fasilitas umum (fasum) yang dinilai memiliki urgensi yang tinggi.

Beberapa hal yang ia contohkan sebagai program yang bisa meningkatkan serapan anggaran adalah peningkatan atau pemeliharaan infrastruktur jalan. Sebab, hal itu juga termasuk program yang disebut di dalam PEN.

"Yang penting, saya berharap ke depan serapan anggarannya lebih ditingkatkan lagi, mengingat saat ini sudah menjelang akhir tahun. Misalnya jalan berlubang dan jembatan masih banyak terlihat di beberapa kawasan Kabupaten Malang. Itu terbilang urgent karena menjadi salah satu sarana bagi masyarakat, khusunya bagi para pedagang. Kemudian kebutuhan dari Musrenbang yang belum terwadahi sekitar Rp 50 miliar. Itu bisa dimanfaatkan untuk menyerap anggaran," pungkasnya.

Untuk diketahui, total APBD Kabupaten Malang tahun 2021 senilai Rp 3,9 triliun. 25 persen diantaranya refocusing untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) atau sekitar Rp 365 miliar. Dan sebesar 8 persen atau sebanyak Rp 124 miliar untuk penanganan Covid-19.

Topik
serapan anggaran dinas
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru