Saat Orang Rimba Minta Nadiem Makarim Kirim Guru ke Dalam Hutan

Sep 23, 2021 09:21
Ilustrasi (Foto: BBC)
Ilustrasi (Foto: BBC)

JATIMTIMES - Orang Rimba di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, mendesak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbu Ristek) Nadiem Makarim untuk mengirim guru bagi anak-anak mereka ke dalam hutan. Tetua adat Orang Rimba, Tungganai Basemen mengatakan mereka membutuhkan guru untuk datang ke lokasi pemukiman mereka.

"Kalau sekolah di luar rimba, susah anak kami, Bapak, kami kalau boleh minta sekolahnya di dalam rimba," kata Tungganai Basemen, kepada Nadiem, yang bermalam bersama Orang Rimba di Kantor Lapangan Warsi, Selasa (21/9/2021).

Tungganai lantas menjelaskan bahwa Orang Rimba masih berpindah untuk mencari penghidupan. Kondisi itu menyulitkan bagi anak-anak mereka yang ingin bersekolah. 

Sementara, lanjut Tungganai, ia khawatir akan masa depan Orang Rimba jika anak-anak mereka tidak bersekolah. Permintaan Tungganai tersebut adalah salah satu aspirasi Orang Rimba soal pendidikan anak-anak saat bermalam bersama Nadiem.

Dari keterangan yang diterima, selama ini pendidikan anak-anak rimba dilakukan dalam 2 bentuk. Pendidikan non-formal, yakni dengan cara mengunjungi kelompok, dan pendidikan formal.

Proses dan materi pembelajarannya juga disesuaikan dengan alam mereka. Misal saja, pelajaran berhitung dilakukan dengan cara menghitung pohon, menulis dan membaca didekatkan dengan hal yang mudah mereka pahami.

Bagi yang sudah mahir dan mendapat dukungan dari orang tua, anak rimba mulai dijembatani untuk sekolah formal. Ada kalanya anak-anak orang rimba meminta dispensasi ke sekolah  agar pendidikan tidak selalu dilangsungkan di ruang kelas.

Misalnya, saat orang tuanya melangun (masuk ke dalam hutan mencari makanan). Sebab, anak-anak yang sekolah, mereka juga ikut melangun.

Tumenggung Ngrip, salah 1 warga di sana, menyebut sudah ada 3 anak Orang Rimba yang kini sedang belajar di Kota Jambi, dan ada juga yang sedang mengikuti pendidikan sekolah polisi.

Saat memberikan keterangan pers di Candi Kedaton kawasan Percandian Muaro Jambi, Nadiem mengakui pengalaman bermalam bersama Orang Rimba tidak akan terlupakan. Ia juga memberi penghargaan tinggi kepada para guru yang memberikan pendidikan kepada anak-anak Orang Rimba yang hidupnya masih berpindah-pindah.

"Saya banyak belajar seperti apa pendidikan di pinggiran, tentang guru yang harus masuk hutan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak orang rimba khususnya," kata Nadiem.

Menurut mantan bos GoJek itu, yang dibutuhkan Orang Rimba untuk menjamin pendidikan anak-anak mereka adalah mata pencaharian, yang harus ditangani secara lintas sektor, bukan hanya pendidikan.

Topik
tungganai basemenNadiem Makarimjambidisleksia
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru