Tumbuhkan Ekraf, Pelaku Seni Minta Regulasi Tak Bebani Agenda Pertunjukan

Sep 22, 2021 16:50
Suasana Rembug Kreatif Sub Sektor Musik dan Seni Pertunjukan yang digelar Bappeda Kota Malang, Rabu (22/9/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana Rembug Kreatif Sub Sektor Musik dan Seni Pertunjukan yang digelar Bappeda Kota Malang, Rabu (22/9/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Keterlibatan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Malang menjadi salah satu prioritas pemulihan ekonomi nasional. Beragam sub sektor ekraf diharapkan mampu turut serta membuat program untuk pembangunan Kota Malang.

Upaya melibatkan para pelaku Ekraf itu pun terus digenjot. Salah satunya melalui Rembug Kreatif yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, di Mini Block Office, Rabu (22/9/2021).

Sebanyak 60 pelaku seni yang hadir saling memberikan usulan. Salah satunya, EO J Entertainment M Natsir P, yang mengusulkan adanya ruang gerak bagi pelaku seni lebih luas. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 dengan keterbatasan membuat pelaku seni terdampak.

Namun, ketika nantinya pandemi telah berhasil menjadi endemic, ia mengharapkan ada tatanan event yang tak membatasi ruang gerak pelaku seni. Dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan yang ada.

"Pasti kita inginnya event tatanan baru terhadap pandemi. Setelah pandemi sudah berubah menjadi endemic tentu semua akan berubah. Normal kembali dengan batasan-batasan yang ada. Kita berharap regulasi aturan itu tidak terlalu semerta-merta bisa menghambat gerak teman-teman dalam beriinagurasi dan berapresiasi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu mengatakan, dari kegiatan ini sebagai acuan menampung usulan dalam penyusunan road map ekraf Kota Malang. Terlebih, selama ini sub sektor musik dan seni pertunjukan belum muncul secara spesifik.

"Kalau musik ini di road mapnya belum muncul spesifik. Maka di 2023 nanti itu, makannya kita cari masukan-masukan mereka apa. Road map itu 2023 ngapain, kalau sudah ditetapkan terlaksana nggak, nanti kalau nggak terlaksana kenapa. Bisa nggak dialihkan ke berikutnya," terangnya.

Harapannya, kata Dwi, program-program yang disusun nantinya menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional. Hal ini yang juga menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk terus ditingkatkan.

"Ini juga menjadi salah satu prioritas, karena program nasional kita kan harus meningkatkan program pemulihan perekonomian itu, salah satunya di sektor ekonomi kreatif ini," jelasnya.

Lebih jauh, Kasubid Perencanaan Ekonomi dan Keuangan Bappeda Kota Malang Agung H Buana menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk menjaring dari apa saja persoalan di lapangan bagi pelaku ekraf khususnya di sektor musik dan pertunjukan seni.

"Kita ingin menjaring belanja permasalahan dan harapan dan keinginan dari teman-teman ekraf itu apa. Kalau perencanaan ini muncul dari pelaku sendiri, maka perencanaan akan mempunyai fungsi partisipatif," tandasnya.

Topik
Ekonomi Kreatifkabupaten hebatpemulihan ekonomiPelaku SeniKota MalangDwi RahayuBappeda Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru