Genjot Pertumbuhan Ekraf, Bappeda Kota Malang Beri Ruang Pelaku Seni

Sep 22, 2021 16:12
Rembug Ekonomi Kreatif (Ekraf) subsektor musik dan seni pertunjukan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Malang, di Mini Block Office, Rabu (22/9/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Rembug Ekonomi Kreatif (Ekraf) subsektor musik dan seni pertunjukan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Malang, di Mini Block Office, Rabu (22/9/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 terus digencarkan Pemerintah Kota Malang. Sektor ekonomi kreatif (Ekraf) menjadi salah satu yang dibidik guna terus mengoptimalkan pertumbuhan perekonomian.

Upaya itu direalisasikan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang dengan berbagai stakeholder terkait. Secara bertahap, 17 subsektor Ekraf diajak saling berkolaborasi dalam membuat kreasi menarik menyongsong pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.

Kali ini, komunitas dari subsektor musik dan seni pertunjukan yang difasilitasi dalam Rembug Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Malang, di Mini Block Office, Rabu (22/9/2021).

Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu menyatakan, kegiatan yang dihadiri sebanyak 60 pelaku musik dan seni pertunjukan di Kota Malang ini sebagai bentuk memfasilitasi usulan mereka dalam menyongsong pemulihan ekonomi. Terlebih, sektor ekonomi kreatif (ekraf) menjadi penyumbang besar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang. Sedangkan, sektor ekraf, di tengah pandemi Covid-19, diakuinya cukup terdampak.

"Acara ini Lebih ke arah pemulihan ekonomi nanti. Karena seperti kita ketahui ekonomi kreatif itu menyumbang cukup besar di PDRB kita, nah dengan adanya Covid-19 turunnya cukup drastis. Perintah pak wali dan program nasional kita kan harus meningkatkan program pemulihan perekonomian itu, salah satunya di sektor ini," ujarnya.

Dengan begitu, menurut Dwi, akan ada masukan yang masuk dalam road map Ekraf Kota Malang yang berakhir di tahun 2022 mendatang. Sebab, selama ini sub sektor musik dan seni pertunjukan belum muncul secara spesifik.

Harapannya, ke depan, dengan usulan yang ada akan ikut terlibat dalam pelaksanaan pemulihan ekonomi. Sehingga ketika masa pergantian di tahun 2023 mendatang, telah banyak program yang diajukan.

"Harapannya, masukan-masukan dari diskusi ini masuk di road map ekonomi kreatif yang berakhirnya di 2022. Jadi road map 2022 berakhir, sekarang sudah nyusun, supaya nanti tidak ada kekosongan dari peralihan di 2022 ke 2023," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyempatkan menyapa pelaku musik dan seni pertunjukan tersebut. Ia menyampaikan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya memperkuat sektor ekraf yang masuk dalam prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang.

"Ini kan salah satu dari ekonomi yang masuk RPJMD, ekonomi kreatif. Makannya itu akan kita kuatkan sub sektor dari 17 itu salah satunya kesenian itu," terangnya.

Lebih jauh, Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Malang Sudarso mengatakan, selain musik dan seni pertunjukan, subsektor ekraf lainnya di antaranya, game, kuliner, arsitektur, desain grafis, desain komunikasi visual, film, fotografi, seni rupa, kriya, game developer, aplikasi, dan lainnya nantinya juga akan difasilitasi secara bertahap.

"Kita berharap bisa berkolaborasi satu dan lainnya. Ini bukan rembuk pertama kali, kita ngomong masing-masing per subsektor yang nanti akan digabungkan untuk saling dikolaborasikan," pungkasnya.

Topik
Pertumbuhan EkonomiEkonomi Kreatifpemulihan ekonomiBappeda Kota MalangKota MalangWali Kota Malang SutiajiBerita Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru