Proyeksi PAD Alami Penyesuaian, Ketua DPRD Kota Malang: Ini Paling Rasional

Sep 21, 2021 16:24
Rapat paripurna agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang terhadap Ranperda Kota Malang tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2021, Selasa (21/9/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Rapat paripurna agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang terhadap Ranperda Kota Malang tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2021, Selasa (21/9/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Rancangangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan tahun anggaran 2021 Kota Malang masih dalam proses pembahasan legislatif. Kali ini, proyeksi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali dilakukan penyesuaian.

Hal itu dibahas dalam agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang terhadap Ranperda Kota Malang tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2021, Selasa (21/9/2021) di ruang sidang paripurna DPRD Kota Malang dan secara virtual.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika mengatakan, target PAD dari sisi pajak daerah yang semula ditargetkan sebesar Rp 551 Miliar mengalami penyesuaian menjadi Rp 462 Miliar atau berkurang sebesar Rp 89 Miliar.

Pengurangan ini menurut Made paling rasional, mengingat di sisa 3 bulan terakhir 2021 ini untuk mengejar target PAD awal tidak dimungkinkan.

"Iya mengalami penyesuaian, ini paling rasional dan paling realistis. Daripada nggak tercapai, kita ingin melihat, ini tolak ukur kita untuk di APBD kita. Karena apa, di angka Rp 462 Miliar ini mereka (Badan Pendapatan Daerah Kota Malang) meyakini tercapai di angka 90 persen," ujarnya.

Dalam hal ini pihaknya akan melakukan pemantauan, sehingga dari penyesuaian target pendapatan daerah ini diharapkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang mampu mencapai dengan maksimal.

Lebih jauh Made menjelaskan, pasca pembahasan RAPBD Perubahan 2021, akan segeera membahas Ranperda APBD murni tahun anggaran 2022. Yang mana, PAD di tahun tersebut ditargetkan cukup fantastis, yakni Rp 1,150 Triliun.

"Akan kita lihat Bapenda apa mampu mencapai itu. Karena apa, kita setelah ini akan membahas RAPBD murni 2022, target daripada pendapatan kita sangat fantastis Rp 1,150 Triliun," terangnya.

Dari target tersebut, Made mengharapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melihat situasi dan kondisi saat ini. Apakah, hal itu rasional atau hanya sekedar ambisi yang sulit untuk direalisasikan. 

"Nah kita ingin melihat situasi seperti ini apa memungkinkan. Kemarin sudah kita ingatkan untuk merasionalisasi situasi dan kondisi. Kalau terlalu ambisius, belanja terlalu besar justru banyak yang tak terealisasi," pungkasnya.

Topik
pendapatan daerahKota MalangDPRD Kota MalangI Made Rian Diana Kartika
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru