Yasonna Akhirnya Buka Suara soal Desakan Mundur Gegara Kebakaran Lapas Tangerang

Sep 21, 2021 14:40
Menkumham Yasonna Laoly (Foto: Detik.com)
Menkumham Yasonna Laoly (Foto: Detik.com)

JATIMTIMES - Menkum HAM Yasonna Laoly akhirnya buka suara soal desakan mundur oleh beberapa pihak usai insiden kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Dalam hal ini, Yasonna awalnya merespons soal ditetapkannya 3 tersangka. 

"Biar saja proses berjalan, kami sedang perbaiki sekarang, kita sedang membentuk tim psikolog untuk membantu korban-korban ini karena traumanya berat itu kita lakukan, 48 sudah dikembalikan ke keluarga, dikebumikan," ujar Yasonna, di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Selain itu, Yasonna juga mengatakan bahwa semua biaya termasuk santunan ditanggung oleh pemerintah dan sudah dibayar. 

"Tinggal 1 WNA sekarang yang belum, kita tunggu bagaimana dari negara yang bersangkutan di Nigeria kalau mereka katakan kubur di sini atau kremasi kita akan lakukan," lanjut Yasonna.

Lebih lanjut, ia merespons pertanyaan media terkait adanya desakan mundur terhadap dirinya. Tak banyak bicara, menteri 68 tahun itu hanya menjawab singkat.

"Kita ini anteng-anteng saja," jawab Yasonna. 

Sebelumnya, desakan mundur terhadap Yasonna datang dari beberapa anggota DPR. Salah satunya yakni Fadli Zon. 

Fadli mengatakan pemerintah telah gagal menyelesaikan persoalan lapas secara sistemik dan fisik. Padahal, menurutnya, 41 narapidana di Lapas Kelas I Tangerang wajib dilindungi oleh negara.

"Artinya, pemerintah gagal selesaikan soal ini, baik secara sistemik maupun fisik. 41 napi warga RI wajib dilindungi tumpah darahnya," ujar Fadli.

Fadli pun menilai Yasonna Laoly sebagai salah 1 yang harus bertanggung jawab atas insiden di Lapas Kelas I Tangerang tersebut. Ia pun mendesak Yasonna Laoly mundur dari jabatannya.

"Menkumham harus tanggung jawab. Insiden yang menewaskan 41 orang narapidana ini peristiwa besar, menyangkut nyawa orang Indonesia yang harus dilindungi. Sebaiknya Menkumham mundur kalau masih punya malu," lanjut Fadli.

Desakan terhadap Yasonna juga datang dari Anggota Komisi III Fraksi PAN Syarifuddin Suding. Suding mengatakan insiden terbakarnya Lapas Kelas I Tangerang hingga menewaskan 44 orang ini menjadi pelajaran besar. 

Ia meminta Yasonna mengundurkan diri.

"Ini ada tragedi kemanusiaan dan kita tidak bisa tutup mata begitu saja. Ada 44 korban jiwa di sana. Kalau dia (Yasonna) punya moral, dia harus mengundurkan diri sebagai pertanggungjawaban atas tewasnya 44 orang. Jadi bukan lagi tanggung jawab itu diserahkan ke kalapas atau dirjen, tapi dia sebagai pengambil kebijakan harus bertanggung jawab penuh," katanya.

Topik
Yasonna M LaolyMenkumham Yasonna Laolykebakaran lapaskebakaran lapas tangerang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru