Jadi Kawasan Wisata Prioritas Nasional, Pemkot Malang Susun Master Plan Smart City

Sep 20, 2021 17:12
Bimtek Penyusunan Master Plan Smart City dan Quick Win Program Tahap II, di Mini Block Office Balai Kota Malang, Senin (20/9/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Bimtek Penyusunan Master Plan Smart City dan Quick Win Program Tahap II, di Mini Block Office Balai Kota Malang, Senin (20/9/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Keberadaan destinasi wisata yang masuk wilayah Malang Raya turut menjadi perhatian pemerintah pusat. Kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) dibidik untuk dikembangkan oleh pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Hal ini sebagai salah satu eksistensi Kota Malang untuk mewujudkan smart city dalam pengembangan pariwisata. Yakni, dengan menyusun master plan bagaimana mengenalkan pariwisata untuk tetap eksis dikenal dunia.

"Ini penyusunan master plannya, semua area smart city itu kita buat wadah. Ada smart government, smart ekonomi, smart living dan yang lainnya. Saya contohkan yang namanya smart city itu 70 sampai 80 persen itu memang digitalisasi," ujar Wali Kota Malang Sutiaji dalam Bimtek Penyusunan Master Plan Smart City dan Quick Win Program Tahap II, di Mini Block Office Balai Kota Malang, Senin (20/9/2021).

Dijelaskannya, banyak implementasi yang bisa dilakukan dalam mendongkrak kawasan pariwisata tersebut. Di mana, hal itu saling disinergikan dengan dua daerah di Malang Raya lainnya, yakni Kabupaten Malang dan Kot Batu.

"Pasti nanti branding wisata itu jadi satu. Bukan kita Kota Malang saja, Kabupaten saja, atau Kota Batu saja, tapi kita menjadi satu kesatuan. Karena yang namanya BTS itu memang wilayahnya sana (Kabupaten Malang), cuma kita penyangga," jelasnya.

Belum lagi, nanti ke depannya, menurut Sutiaji, kehadiran KEK Singosari yang dinilai berbasis IT. Hal ini juga turut didukung Pemkot Malang untuk terus mengoptimalkan sisi smart city.

"Kita akan ada KEK Singosari, dan itu basicnya juga wisata IT. Kita dukung, salah satunya apa, smart livingnya kan masuk, cerdas wilayahnya, smart ekonomi juga, jadi masyarakat bisa tahu," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang M Nur Widianto mengatakan, ada 39 Kota/Kabupaten penambahan kawasan smart city untuk wisata prioritas. Di Jawa Timur, BTS yang menjadi perhatian.

Dalam hal ini, Kota Malang dinilai pemerintah pusat memiliki peran penting untuk menguatkan pengembangan kawasan BTS. Pihaknya, melakukan pendampingan terkait pengembangan smar city untuk penunjang BTS.

"Karena ada banyak potensi yang dimiliki Kota Malang. Apalagi sekarang arahnya kota itu sudah nggak lagi berlari sendiri lebih pada pendekatan-pendekatan kawasan. Kota Malang, bersama Kabupaten Malang, Kota Batu dianggap merepresentasikan pengembangan kawasan wisata dengan bantuan smart city itu," terangnya.

Untuk wilayah Kota Malang, dikatakan pria yang akrab di sapa Wiwid ini, mengambil isu strategi dalam pengembangan ekonomi kreatif. Seperti, kaitannya dengan KEK Singosari, di mana daya potensinya berada di Kota Malang. Sedangkan, jika merujuk ke lokasi Kota Malang, yakni berkaitan juga dengan rencana pengembangan terminal menuju BTS yang di wilayah Madyopuro.

"Lalu, keberadaan terkait Kayutangan Heritage itu bukan sesuatu  yang berdiri sendiri. Itu juga bagian untuk menguatkan strategi pengembangan wisata prioritas BTS. Karena apa, potret-potret wisatawan mancanegara atau dosmetik sebelum naik ke atas (BTS) akan ke Kota Malang dulu. Maka ini ada implementasi dari rencana-rencana itu," pungkasnya.

Topik
capaian vaksin indonesiaSmart CityWalikota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru