Terkait Gowes, Sekda Kota Malang Minta Maaf dan Pastikan Ikuti Proses yang Berlaku

Sep 20, 2021 12:43
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kabar pejabat di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masuk ke tempat wisata pantai Kondangmerak menuai reaksi publik. Lantaran hal itu dinilai melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Hal ini pun ditanggapi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso saat ditemui awak media di Balai Kota Malang, Senin (20/9/2021). Menurutnya, kejadian yang diduga adanya pelanggaran dalam kegiatan gowes (bersepeda) ke wilayah Kabupaten Malang oleh para pejabat ini karena miss komunikasi dan miss koordinasi dengan pejabat setempat.

"Pada saat melakukan transit akhir di Kondangmerak kemarin, ada beberapa miss komunikasi dan miss koordinasi. Kejadian utamanya lebih karena di sana tidak ada sinyal untuk komunikasi secara detail di awal, sehingga ada miss komunikasi dan miss koordinasi dengan adanya satgas yang saat itu berjaga di pintu depan," ujarnya.

Erik menjelaskan, selama ini jajaran pejabat Pemkot Malang memang memiliki agenda rutin untuk melakukan gowes. Bahkan, ada pejabat yang memiliki komunitas gowes.

Adapun, terkait dengan transit ke Pantai Kondangmerak, menurut Erik juga telah melalui komunikasi dan koordinasi sebelumnya. Hanya saja, saat hari pelaksanaan, hal itu mengalami kendala.

Transit ini dilakukan, karena untuk memudahkan proses loading bagi pejabat yang ikut gowes, sebab kondisi wilayah untuk balik ke Kota Malang cukup jauh.

"Sebenarnya beberapa hari sebelumnya sudah dilakukan komunikasi antar jajaran. Kenapa finishnya di sana, jarak antara Malang dan kondang merak memang cukup jauh, kemudian medan-medan di sana cukup menantang, ini yang pada akhirnya tempat loading sepeda untuk kembali ke Kota Malang," jelasnya.
Proses transitnya pun, dikatakan Erik juga tidak lama. Bahkan, sebelum rombongan Wali Kota Malang Sutiaji, disampaikan ada rombongan awal yang telah lebih dulu transit.

"Bahkan rombongan awal kami posisi sudah di dalam, nah disitulah yang kemudian ada dilema. Artinya yang di dalam kami minta untuk segera keluar. Ini yang kemudian kami komunikasikan, ternyata diberi kesempatan untuk transit sebentar melakukan loading-loading sepeda yang ada," terangnya.

Sementara, berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan PPKM untuk kegiatan tersebut dan viral di berbagai sosial media, Erik mengungkapkan, sepenuhnya akan tetap menghormati proses yang dijalankan petugas dan kebijakan pemerintah setempat.

"Dalam konteks ini pastinya kami benar-benar menyampaikan permintaan maaf dan permohonan maaf sedalam-dalamnya. Untuk selanjutnya kami akan mengikuti alur proses yang nanti akan ditetapkan baik dari polres ataupun polsek setempat," pungkasnya.

Untuk diketahui, pejabat Pemkot Malang, mulai Wali Kota Malang Sutiaji, Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso bersama rombongan pejabat lainnya kemarin (Minggu, 19/9/2021) menghebohkan publik lantaran melakukan olahraga sepeda hingga ke Pantai Kondangmerak saat pelaksanaan PPKM Level 3.

Sederet pejabat ini disinyalir melanggar penerapan PPKM, di mana kondisinya area wisata pantai belum dioperasionalkan.

Topik
Wali Kota Malang SutiajiKota MalangErik Setyo Santoso
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru