Sederet Fakta Irjen Napoleon yang Aniaya Muhammad Kece di Tahanan

Sep 20, 2021 11:02
Irjen Napoleon Bonaparte (Foto: Suara.com)
Irjen Napoleon Bonaparte (Foto: Suara.com)

JATIMTIMES - Irjen Napoleon Bonaparte belakangan ini tengah menjadi sorotan publik. Hal itu disebabkan, Napoleon telah melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kece di tahanan.

Akibatnya, Napoleon pun dilaporkan Kece ke Bareskrim Polri atas tindakan penganiayaan. Berikut fakta-faktanya:

1. Irjen Napoleon buka suara

Napoleon pun akhirnya buka suara terkait kasus tersebut melalui surat terbuka yang dibuatnya sendiri dan dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Gunawan Raka. Dalam surat terbuka itu diketahui motif utama melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kece. 

Napoleon sebagai seorang muslim tidak terima agamanya dihina oleh Kece. 

“Siapa saja bisa menghina saya, tetapi tidak kepada Allah-ku, Alquran, Nabi Muhammad SAW dan akidah Islam-ku. Karenanya saya bersumpah melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” kata Napoleon. 
Napoleon mengaku sebagai seorang muslim yang dibesarkan orang tua dengan agama Islam yang taat. Ia juga menilai perbuataan penghinaan Muhammad Kece sangat berbahaya bagi kerukunan umat Islam. 

Napoleon juga menyoroti sikap pemerintah yang terkesan lamban dalam menyikapi konten di media sosial berbau SARA yang telah dibuat YouTuber tersebut. Terakhir, mantan Kadiv Hubinter Polri itu juga mengaku siap jika ia harus mendapat hukuman atas tindakannya terhadap Muhammad Kece.

“Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap Kece, apapun risikonya,” tandasnya. 

2. Pukul dan lumuri Kece dengan kotoran manusia

Bareskrim Polri menyebut Napoleon telah memukul dan melumuri Kece dengan kotoran manusia. Hal itu didapat dari hasil pemeriksaan perkara penganiayaan Kece di rutan. 

"Dalam pemeriksaan terungkap selain terjadi pemukulan, pelaku NB juga melumuri wajah dan tubuh korban dengan kotoran manusia yang sudah dipersiapkan oleh pelaku," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajad. 

Menurutnya peristiwa itu terjadi tepat pada hari yang sama saat Kece mengalami penganiayaan di sel isolasi rutan Bareskrim Polri. Andi mengatakan jika kotoran manusia itu sudah disiapkan Napoleon di dalam selnya. 

Seorang saksi mengaku diperintah mengambil kotoran itu lalu Napoleon melumurinya ke wajah dan tubuh Kece.

"Salah satu saksi diperintahkan NB untuk mengambil bungkusan kotoran yang sudah disiapkan di kamar NB, kemudian NB sendiri yang melumuri," ungkap Andi.

Saat ini perkara penganiayaan tersebut sudah masuk tahap penyidikan oleh Bareskrim Polri, sejauh ini terdapat 3 saksi yang telah diperiksa.

3. PBNU angkat bicara

Terkait kasus ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun turut memberi respons. Ketua Umum Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU Rumadi Ahmad mengecam tindakan Napoleon yang melakukan penganiayaan terhadap Kece. 

Ia menegaskan bahwa tindakan Napoleon itu tidak bisa dibenarkan. Rumadi menegaskan bahwa Napoleon saat ini berstatus sebagai narapidana sehingga tidak berhak untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap siapa pun.

"Dia tidak punya hak melakukan kekerasan itu. Apa yang dia maksud dengan "tindakan terukur"? Dia itu narapidana bukan aparat penegak hukum," kata Rumadi. 

Diketahui, Napoleon adalah terdakwa dalam kasus penerimaan suap pengurusan red notice buronan Djoko Tjandra. Diketahui, saat ini sama-sama mendekam di 1 sel dengan Kece di Rutan Bareskrim.

Lebih lanjut, Rumadi menilai Napoleon tengah memainkan emosi publik dengan memantik sentimen agama dalam surat terbuka usai menganiaya Kace. Melalui surat itu, kata dia, Napoleon sekadar ingin mendapatkan simpati masyarakat atas tindakan aniaya kepada Kece itu.

"Dia sepertinya ingin membangun opini bahwa dia sedang membela agama," kata Rumadi.

Topik
muhammad kecepulau sukatrah
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru