Penanganan Covid-19 Mulai Tunjukkan Tren Positif, Khofifah: Ada 21 Daerah Angka Kematian Harian Nol

Sep 18, 2021 19:03
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ditemui pewarta seusai memberikan sambutan pada gelaran vaksinasi massal di Universitas Brawijaya, Sabtu (18/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ditemui pewarta seusai memberikan sambutan pada gelaran vaksinasi massal di Universitas Brawijaya, Sabtu (18/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Penanganan kasus Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) perlahan mulai menunjukkan tren positif. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga menyebut, bahwa terdapat 21 kabupaten/kota yang angka kematian Covid-19 saat ini nol atau nihil. 

"Dalam seminggu terakhir ada 21 kabupaten kota yang angka kematian hariannya sudah nol artinya bahwa insyaallah semua sudah bisa terkontrol dan terkendali," ungkapnya kepada JatimTIMES.com, Sabtu (18/9/2021). 

Orang nomor satu di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim ini mengatakan, pihaknya terus memaksimalkan usaha dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia agar penanganan Covid-19 di Jatim dapat terus terkendali. 

Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan tracing yang prosentasenya juga perlahan mulai menunjukkan kenaikan. Per tanggal 3 Agustus 2021 tingkat tracing sebesar 1,68 persen. Saat ini untuk tracing sudah mencapai 14,59 persen. "Alhamdulillah positivity ratenya sudah 1,65 jadi updatenya cepat sekali," katanya. 

Khofifah mengatakan, penanganan Covid-19 yang terkendali tersebut juga ditunjukkan dengan hasil asesmen situasi Covid-19 di Jatim oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per tanggal 15 September 2021 terkait kinerja pengendalian Covid-19 di 38 kabupaten/kota di Jatim. 

"Per tgl 15 kemarin sudah 37 kabupaten kota di Jawa Timur itu zona kuning, risiko rendah. Tinggal satu yang zona oranye dengan resiko sedang, itu Kota Blitar," ujarnya. 

Selain itu, mengacu pada hasil asesmen situasi Covid-19 di Jatim oleh Kemenkes RI menunjukkan 38 kabupaten/kota di Jatim terus mengalami penurunan level penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

"Kerja keras diikuti doa juga yang akhirnya per kemarin 10 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk level 1. Ini adalah kabupaten/kota terbanyak yang sudah mendapatkan capaian level 1," bebernya. 

10 kabupaten/kota tersebut yakni Kabupaten Situbondo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi dan Kota Surabaya. 

Sedangkan untuk kabupaten/kota yang sudah masuk dalam kategori PPKM Levek 2 sebanyak 26 kabupaten/kota termasuk wilayah Malang Raya yakni Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang. Lalu untuk yang masuk dalam kategori PPKM Level 3 sebanyak dua wilayah yakni Kota Blitar dan Kabupaten Bangkalan.  

"Alhamdulillah jadi per kemarin Jawa Timur ini yang pertama dan baru satu-satunya di Indonesia provinsi yang masuk ke level satu," ucapnya. 

Sementara itu, meskipun Provinsi Jawa Timur saat ini terus menunjukkan tren positif dalam pengendalian Covid-19, pihaknya mengimbau dengan tegas agar masyarakat tidak boleh lengah dan diharuskan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. 

"Saya mohon semuanya tetap jaga protokol kesehatan, tetap melakukan percepatan vaksinasi, tidak boleh ada yang kendor, tidak boleh ada yang lengah," tandasnya. 

Sebagai informasi, berdasarkan data pada website vaksin.kemkes.go.id per hari Sabtu (18/9/2021) pukul 18.00 WIB capaian vaksinasi di Provinsi Jatim untuk dosis pertama sudah mencapai 39,70 persen atau 12.634.798 peserta vaksinasi. Sedangkan untuk vaksin dosis kedua  mencapai 21,05 persen atau 6.699.192 peserta vaksinasi.

Topik
vaksinasi jatimkasus kesetrum listrikGubernur Jawa TimurCovid 19 Jatim
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru