Ponpes Bahrul Maghfiroh Cetak Santri yang Jago Berwirausaha melalui Pelatihan Pengolahan Kopi

Sep 18, 2021 13:39
Penutupan pelatihan pengolahan biji kopi bagi santri di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Penutupan pelatihan pengolahan biji kopi bagi santri di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Menjalani pendidikan di lingkup pondok pesantren lekat dengan religiusitas. Namun, di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang, santri dan santriwati juga dididik untuk bisa berwirausaha.

Tak hanya mencetak generasi yang pintar berdakwah, Ponpes Bahrul Maghfiroh memiliki sederet inovasi pembelajaran bagi santri dan santriwatinya. Salah satunya melalui pendidikan berwirausaha melalui pelatihan pengolahan biji kopi.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Prof Mohammad Bisri mengungkapkan, inovasi pendidikan ini tetap diselaraskan dengan mengacu pada sunah Nabi Muhammad SAW. Para santri diajarkan untuk bisa berdakwah namun juga mempunyai skill untuk berwirausaha.

"Meniru Kanjeng Nabi, yaitu berdagang. Ini harus disinergikan antara pendidikan agama dan di dunia seperti berwirausaha. Salah satunya kegiatan berwirausaha itu adalah belajar tentang berbisnis kopi," ujarnya dalam kegiatan penutupan pelatihan pengolahan biji kopi di gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Bahrul Maghfiroh Kota Malang, Sabtu (17/9/2021).

Dijelaskan, para santri mendapat pelatihan berbagai skill wirausaha melalui BLKK Bahrul Maghfiroh. Nantinya, program pelatihan bisnis kopi ini ke depan juga akan menyasar ke ranah luar pondok pesantren yang berlokasi Jl Joyo Agung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, itu.

"Kita punya BLKK yang menjadi pusat latihan kerja para santri nanti untuk mengasah skill mereka, selain knowledge ya. Salah satunya usaha kopi ini," jelas Bisri.

Ke depan, pelatihan ini akan lebih meluas dengan dibentuknya sekolah kopi. Harapannya, pemasaran produk-produk para santri bisa tembus kancah dunia. Pun, berkaitan dengan sistem pelatihan yang diharapkan akan menyasar masyarakat umum di luar pondok pesantren.

"Ke depan akan dibuat sekolah kopi karena kopi prospeknya tidak hanya indonesia tapi dunia.
Ya barangkali ada santri yang level dunia, tapi agamanya juga kuat, berseiring juga dengan bisnis yang kuat," tandas Bisri.

Sementara itu, Ketua BLKK Bahrul Maghfiroh Kota Malang Ibnu Taufiq MPd mengungkapkan, para santri yang belajar pelatihan pengolahan biji kopi tersebut setidaknya butuh waktu kurang lebih selama satu bulan. Mereka diberi pelatihan mulai dari dasar. Yakni materi, proses penanaman biji kopi, panen, praktek, proses penyajian kopi, hingga pemasaran baik secara offline maupun berbasis digital atau secara online.

"Karena itu, penting sekali. Jadi, tidak hanya materi Tapi mulai dari menanam kopi, kemudian memelihara, prosesing, roasting, brewing atau penyajian, membuat racikan kopi dengan cita rasa yang khas dan digital marketing," ungkapnya.

Dari pelatihan itu, para santri bisa lebih diketahui untuk lebih suka dalam proses penanaman atau tahap penyajian. Pelatihan digital marketing pun dilakukan untuk mengenalkan kepada santri bagaimana dalam memasarkan produk melalui berbagai platform sosia media. Baik dari Instagram, Facebook, Grup WhatsApp, dan lainnya.

"Sehingga mereka di sini nggak hanya pintar ngaji, tapi menumbuhkan wirausahanya. Ke depan bisa berbisnis dan kita latih juga bagaimana jualan offline untuk melatih mental mereka berwirausaha," pungkas Bisri.

Topik
Ponpes Bahrul MaghfirohSantri Bahrul MaghfirohPemberdayaan santriVaksinasi di UB Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru