Jelang 3 Bulan Terakhir 2021, Permintaan Plasma Konvalesen di Kota Malang Terus Menurun

Sep 17, 2021 15:20
Ilustrasi plasma konvalesen. (Foto: iStock Photo/Choja).
Ilustrasi plasma konvalesen. (Foto: iStock Photo/Choja).

JATIMTIMES - Meski pandemi covid-19 belum usai, tampaknya perlahan penanganan pencegahan mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Hal itu ditandai pula dengan permintaan plasma konvalesen untuk terapi pengobatan pasien terkonfirmasi yang mulai menurun.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang dr Eny Sekar Rengganingati mengatakan, permintaan plasma konvalesan di Kota Malang sempat naik cukup tinggi pada Juli 2021 lalu. Namun, saat ini telah mengalami penurunan yang cukup signifikan.

"Permintaan plasma konvalesan menurun, tapi tetap ada. Jadi, kami tetap produksi untuk mencukupi. Lonjakan itu pada bulan Juli kemarin. Sekarang sudah turun," ujarnya, Jumat (17/9/2021).

Eny menjelaskan, biasanya dalam sehari setidaknya melayani sebanyak 70  pendonor plasma konvalesen. Namun, saat ini sudah menurun. Bahkan target  PMI Kota Malang sendiri misal untuk kegiatan besar setidaknya bisa mencapai 50 pendonor.

"Sehari bisa 70 orang yang antre biasanya. Tapi mereka juga duplikasi dengan UTD lain karena memang mencari plasma konvalesannya ke berbagai tempat. Jadi, di sini tercatat, di tempat lain juga tercatat," jelasnya.

Lebih jauh, selama pandemi covid-19 ini berjalan, PMI Kota Malang telah menyalurkan sejumlah 780 kantong plasma konvalesen. Penyaluran tersebut tidak hanya ke berbagai fasilitas kesehatan di Malang Raya, melainkan juga ke beberapa daerah lain di Jawa Timur.

"Sampai saat ini sudah sekitar 780, hampir 800. Itu yang pakai dari mana-mana. Paling banyak tetap Malang Raya. Tapi dari Blitar juga ada, Tulungangung dan lainnya," pungkasnya.

Topik
kebutuhan plasma konvalesenPMI Kota MalangPlasma KonvalesenCovid 19
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru