Sosialisasi 4 Pilar di UKW PWI Malang Raya, Wakil Ketua MPR RI Sampaikan 4 Poin Ini

Sep 17, 2021 14:38
Wakil Ketua MPR RI Dr Ahmad Basarah tengah memberikan sosialisasi empat pilar di UKW PWI Malang Raya. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Wakil Ketua MPR RI Dr Ahmad Basarah tengah memberikan sosialisasi empat pilar di UKW PWI Malang Raya. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Dr Ahmad Basarah menyampaikan sosialisasi empat pilar dalam kegiatan pra-Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Jumat (17/9/2021) di IKIP Budi Utomo Malang.  Dia membeber empat poin pesan terhadap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya maupun PWI Pusat.

Poin pertama, PWI harus jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (jas merah). Basarah menyatakan terbentuknya PWI juga dalam rangka mempertahankan dan merebut Kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Dijelaskan, PWI mempunyai tugas untuk melanjutkan tinggalan-tinggalan tugas ataupun sejarah. Pers diharapkan tidak pasif dan harus proaktif dalam menjaga NKRI dari tantangan dan ancaman kebangsaan kontemporer.

Lebih lanjut, media tidak boleh netral dari ancaman bangsa dan negara yang manifest saat ini. "Independensi dan kemandirian harus berubah ketika bangsa dan negara Indonesia eksistensinya terganggu," bebernya.

"Buat apa kebebasan pers kita agung-agungkan jika ahkirnya negara yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 pecah karena oknum-oknum tertentu," ucapnya.

Keutuhan bangsa Indonesia tentunya juga ditentukan salah satunya oleh PWI sebagai induk organisasi jurnalis. Karena itu, PWI diminta  terus mendorong jurnalis yang profesional, bekerja dengan kaidah-kaidah pers dan juga kode etik yang berlaku.

Kedua, PWI berperan menyeimbangkan lembaga pers yang proporsional.  Dalam hal ini, media berperan sebagai media informatif pendidikan, sosial maupun sebagai media kontrol. 

Ketiga, mendukung kesejahteraan dan mendukung profesionalitas wartawan. Bisa saja PWI membentuk sebuah serikat wartawan dan sekaligus membentuk koperasi wartawan untuk upaya peningkatan dan pemberdayaan ekonomi.

Keempat, pada uji kompetensi ini, diharapkan terdapat materi tentang nilai-nilai kebangsaan sehingga menjadi materi yang tidak terpisahkan. Hal itu dinilai sangat penting. 

"Tentunya agar pers Indonesia menjadi bagian-bagian dari duta Pancasila yang menjaga keberlangsungan dan keutuhan bangsa Indonesia," pungkas Basarah.

 

Topik
Bekas toko modernempat pilar kebangsaanAhmad Basarah
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru