Wisata Pantai Kabupaten Malang Dilengkapi Jembatan Pelangi, Segera Dilaunching Nih!

Sep 16, 2021 12:22
Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUBM Kabupaten Malang Suwignyo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUBM Kabupaten Malang Suwignyo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memberi nama jembatan di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur dengan sebutan Jembatan Pelangi. Jembatan tersebut dibangun untuk mempermudah akses wisatawan yang ingin berkunjung ke wisata pantai yang berjajar di sepanjang jalur lintas selatan (JLS).

Dimana sebelumnya, wisatawan yang akan menuju JLS melalui Desa Srigonco, harus melewati ruas jalan di desa setempat yang biasa dikenal dengan sebutan jurang mayit atau juga biasa disebut jurang klampok. Sementara jalan tersebut lebih curam dan terjal. Sehingga dinilai lebih berbahaya. 

Bahkan juga tidak jarang di ruas jalan jurang mayit terjadi macet atau penumpukan kendaraan. Sebab kendaraan yang melintas juga terkadang harus bergantian, karena saking terjal dan curamnya jalan tersebut. 

Sementara pemberian nama jembatan dengan sebutan jembatan pelangi itu juga dimaksudkan untuk merubah kesan menakutkan. Selain itu, juga karena wajah jembatan tersebut terdapat banyak warna-warna menyerupai pelangi.

"Jembatan itu (Srigonco) di kerangka jembatan dan pagarnya di cat warna-warni. Ide nama Jembatan Pelangi itu muncul dari bapak Bupati Malang. Kemudian kami ekspektasi kan dengan memberikan warna pelangi," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Suwignyo, Kamis (16/9/2021) siang. 

Selain itu, dirinya juga menyebut bahwa pemberian warna pelangi tersebut diharapkan juga dapat menjadi daya tarik wisatawan yang akan berkunjung ke Malang Selatan. Terlebih juga diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Malang. 

"Di sana (Jembatan Pelangi) selain di cat warna pelangi, juga diberi lampu warna-warni yang dipasang di sekitar jembatan. Lampu itu akan menyala indah pada malam hari," imbuhnya.

Selain memberi akses warna pelangi pada catnya, jembatan tersebut juga dipasangi lampu-lampu yang juga berwarna-warni. Tentu untuk menghilangkan kesan gelap dan seram. Sehingga wisatawan yang mengendarai kendaraan saat malam hari merasa aman dan nyaman saat melintasi jembatan.

Proses pengecatan itu juga termasuk di dalam proses finishing dalam proyek pembangunan jembatan tersebut. Pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang memperkirakan, dalam waktu dekat, jembatan tersebut akan dilaunching. Dimana di tahapan finishing ini anggaran yang digelontorkan adalah sebesar Rp 1,3 Miliar untuk menyelesaikan pengecatan dan penambahan aksesoris di sekitar area jembatan. 

"Proses pengecatan sudah selesai di awal September ini. Insya Allah dalam waktu dekat akan kami launching, masih menunggu waktu bapak Bupati, bisanya kapan. Jembatan ini sudah selesai 100 persen, dan sudah bisa dilewati, tapi hanya kendaraan tertentu saja, kalau sudah dilaunching baru bisa dioperasikan," terangnya.

Sementara itu, ketika ditanya tentang rusaknya akses jalan pendukung di sekitar jembatan Pelangi akibat adanya pengerjaan Jalan Lingkar Selatan (JLS), Wignyo mengaku jika DPUBM Kabupaten Malang telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII.

"Kami telah berkoordinasi, dan Balai Besar akan segera diperbaiki setelah pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) selesai. Karena kerusakan jalan itu dampak dari pembangunan proyek JLS," pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk dapat menuju JLS di Kabupaten Malang, ada tiga akses jalan yang biasa dilalui oleh wisatawan ataupun masyarakat. Yakni melalui Kecamatan Donomulyo, Kecamatan Bantur dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Topik
Jembatan PelangiKabupaten MalangDestinasi WisataPantai selatan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru