Polresta Malang Kota Miliki Tempat Penyimpanan Vaksin, Tampung hingga 7.000 Dosis

Sep 15, 2021 17:19
Salah satu petugas Urusan Kesehatan (Urkes) Polresta Malang Kota saat menunjukkan depo storage vial vaksin carrier yang dimiliki oleh Polresta Malang Kota, Rabu (15/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Salah satu petugas Urusan Kesehatan (Urkes) Polresta Malang Kota saat menunjukkan depo storage vial vaksin carrier yang dimiliki oleh Polresta Malang Kota, Rabu (15/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Polresta Malang Kota saat ini sudah memiliki depo storage vial vaksin carrier atau tempat penyimpanan utama vial vaksin. Bahkan, depo ini  dapat digunakan untuk menampung vaksin mencapai 7.000 dosis. 

Kepala Urusan Kesehatan (Urkes) Polresta Malang Kota drg Akhmadi Prabowo mengatakan, kapasitas tempat penyimpanan utama vial vaksin tersebut terdiri dari tiga rak. Masing-masing rak akan berbeda jumlah ketika diisi oleh vial vaksin yang juga berbeda. 

Akhmadi mencontohkan,  vaksin Sinovac yang satu vialnya untuk dua dosis dapat menampung 4.000 sampai 5.000 vial.  "Tapi kalau yang untuk satu vial itu untuk 10 orang, itu bisa 6.000 sampai 7.000 dosis. Itu untuk multidose bisa sampai 7.000 dosis," ungkapnya, Rabu (15/9/2021). 

Pihaknya menyampaikan, tempat penyimpanan utama vaksin tersebut merupakan pemberian dari Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto dengan harga sekitar Rp 39 juta dan telah datang sejak Sabtu (11/9/2021).

Dengan adanya tempat penyimpanan utama vaksin tersebut, pihak Urkes Polresta Malang Kota dapat langsung menyimpan kiriman vaksin dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri maupun dari Dinas Kesehatan Kota Malang.

Karena ketika mendapatkan kiriman dari Pusdokkes Polri maupun Dinas Kesehatan Kota Malang, pihaknya menitipkan di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang ataupun tempat penyimpanan utama vaksin milik Dinas Kesehatan Kota Malang. 

Selama ini untuk menyimpan vaksin, Urkes Polresta Malang Kota menggunakan kulkas dua pintu biasa yang membuat jumlah untuk penyimpanan vaksin menjadi terbatas. "Itu hanya bisa menampung 1.000 sampai 2.000 dosis. Istilahnya, kami bisa menyimpan dengan adanya kulkas ini bisa tiga kali lipat kapasitas awal," ujarnya. 

Lebih lanjut, Akhmadi menjelaskan, dalam menyimpan vaksin, tempat penyimpanan utama vaksin ini harus berada dalam suhu dua sampai delapan derajat celcius. Namun, itu juga bergantung pada masa kedaluwarsa vaksin tersebut yang rata-rata vaksin dapat bertahan dalam empat sampai enam bulan. 

Untuk pendistribusian vaksin ke beberapa lokasi vaksinasi, polresta  juga telah menyediakan cooler box. "Jadi, vial vaksin itu dikeluarkan dari depo penyimpanan, dibawa ke cooler box pakai pendingin. Istilahnya pakai suhu antara 2 sampai 8 derajat celcius. Setelah sampai sana, baru digunakan untuk giat vaksinasi," jelasnya. 

Akhmad berharap ke depan pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan dengan lancar dan aman.  Tambahan fasilitas tempat penyimpanan vaksin serta jumlah tenaga kesehatan yang bertindak menjadi vaksinator berjumlah enam orang dan 20 orang lainnya bertugas membantu proses skrining diharapkan dapat mempercepat vaksinasi. 

Sementara itu, saat ini yang tersimpan di tempat penyimpanan utama vaksin Urkes Polresta Malang Kota terdapat 4.000 dosis yang besok Kamis (16/9/2021) akan digunakan di dua kegiatan.  "Besok ada dua giat, yaitu di Graha Cakrawala 2.800 untuk siswa. Kemudian 1.000 untuk Masjid Jamik. Sisa 200," pungkasnya.

Topik
Polresta Malang KotaKabakaran rumah di GresikVaksin Covid 19
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru