Tidak Jadi Level 2, Sesuai Inmendagri Kota Batu Masih Bertahan di Level 3

Sep 14, 2021 17:05
PPKM Alun-Alum Kota Batu tutup. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
PPKM Alun-Alum Kota Batu tutup. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Rasa bahagia masyarakat Kota Batu yang baru mendapatkan kabar bahwa Kota Apel masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 nampaknya kembali sirna. Karena berdasarkan Instruksi Mendagri, Kota Batu saat ini masih bertahan pada level 3.

Instruksi Mendagri tertuang pada nomor 42 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4, level 3 dan level 2 Covid-19 di Jawa Bali. Sementara level 2, hasil assesment dari Kementerian Kesehatan.

“Sesuai dengan Inmendagri 42 tahun 2021, Kota Batu masuk di level 3 pada perpanjangan PPKM saat ini,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Batu, Onny Ardianto, Selasa (14/9/2021).

Sementara terkait dengan level 2 yang sudah beredar di masyarakat, dia menyebut jika itu adalah hasil assesment dari kemenkes tanpa memasukkan kriteria capaian vaksinasi dosis 1 minimal 50 persen dan capaian vaksinasi lansia minimal 40 persen.

Dengan demikian, Kota Batu saat ini masih tetap menerapkan ketentuan aturan sesuai Inmendagri level 3. Juga tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Pemkot Batu pada Selasa (7/9/2021). Yakni, SE PPKM level 3 nomor 440/12/SE/422.104/2021 di Kota Batu.

Ketentuannya, tempat wisata tetap tutup sementara. Namun akan dilakukan uji coba protokol kesehatan untuk tempat wisata tertentu dengan peraturan yang sudah ditata. Yakni, harus mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kesehatan. Lalu wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

Kemudian bagi anak yang usianya kurang dari 12 tahun dilarang untuk memasuki tempat wisata yang dilakukan uji coba ini. Dan daftar tempat wisata yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sementara untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM), di sekolah dapat dilakukan melalui PTM terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh. Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Hanya saja, bagi SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Lalu pada PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. Meski demikian protokol kesehatan yang ketat harus dilakukan.

Terutama harus menjalankan 6M. Yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjaga kesehatan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas atau bepergian kecuali untuk keperluan sangat mendesak.

Topik
bondowoso masuk level 3video dangdutanKota BatuVaksinasi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru