Ajak Masyarakat Desa Lebih Cerdas Berinvestasi, FEB Unisma Gelar Kompetisi Desa Nabung Saham

Sep 14, 2021 11:38
Pengumuman juara satu bagi Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang oleh FEB Unisma, BEI, OJK dan Indopremier Sekuritas. (Foto: Humas Unisma)
Pengumuman juara satu bagi Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang oleh FEB Unisma, BEI, OJK dan Indopremier Sekuritas. (Foto: Humas Unisma)

JATIMTIMES - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar kompetisi Desa Nabung Saham bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur dan PT Indopremiere Sekuritas.

Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSi mengatakan, dengan mengusung Gerakan Yuks Nabung Saham pihaknya bersama ketiga instansi lainnya bertujuan meningkatkan literasi inklusi keuangan bagi masyarakat Malang Raya. 

Acara Kompetisi Desa Nabung Saham ini juga dalam rangkaian dari Galeri Investasi BEI FEB Unisma Goes To Village sejak 14 Agustus 2021 hingga 11 September 2021 yang ditutup dengan ajang Kompetisi Desa Nabung Saham di 6 desa tersebar di Malang Raya.

Yakni Desa Giripurno, Kota Batu; Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang; Desa Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang; Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang; Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang; dan Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya terpilih beberapa juara dalam Kompetisi Desa Nabung Saham yang digelar secara virtual. Juara satu diraih oleh Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dengan nilai 500 dan hadiah diserahkan oleh Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri.

Kemudian juara dua diraih Desa Lesanpuro, Kota Malang dengan nilai 317,5 pemberian hadiah diberikan oleh Head of Market Development Area 2 PT BEI Nur Harjanti dan juara tiga dengan peroleh nilai 162,5 hadiah diserahkan oleh Dekan FEB Unisma Nur Diana. 

Dalam sambutannya, Diana menuturkan selain meningkatkan literasi inklusi keuangan juga untuk meningkatkan edukasi pasar modal di kalangan mahasiswa, para santri di pondok pesantren dan masyarakat desa di Malang Raya. 

"Kami berharap program desa nabung saham dapat berjalan secara continue (berkelanjutan, red) dan terima kasih kepada pihak yang sudah mendukung stimulus pemberian penghargaan kompetisi Desa Nabung Saham," ucapnya. 

Selain itu, dengan Gerakan Yuk Nabung Saham dapat mewujudkan inklusi keuangan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan menurunkan tingkat kemiskinan di desa. "Karena melihat masyarakat desa biasa menyimpan aset dalam bentuk barang atau simpanan yang kurang produktif," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan, Gerakan Desa Nabung Saham yang digagas oleh Tim Galeri Investasi FEB Unisma merupakan gerakan inovatif dalam rangka meningkatkan literasi keuangan di berbagai kalangan. 

"Gerakan nyata ini merupakan perwujudan bagaimana Galeri Investasi FEB Unisma menggandeng PT Indopremier, PT Bursa Efek Indonesia dan OJK memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga desa agar tidak terjebak pada investasi yang merugikan," ujarnya. 

Langkah ini seiring dengan pelaksanaan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk memangkas mata rantai perluasan investasi bodong yang banyak melanda masyarakat desa dan harus memahami modus operandinya. 

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih invesrasi yang legal. Karena banyak sekali tawaran-tawaran yang berkedok investasi, tetapi justru perbuatan penipuan.

"Kalau kamu mau kaya, jangan menabung. Kalo kamu mau kaya, investasilah," katanya. 

Lebih lanjut, Head of Market Development Area 2 PT BEI Kantor Perwakilan Jawa Timur Nur Harjantie mengatakan, dengan mendapatkan hibah Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Galeri Investasi BEI FEB Unisma menggandeng teman-teman yang sedang KKN (Kerja Kuliah Nyata) untuk mempercepat program ke area pedesaan yang lain. 

"Semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat memenuhi informasi investasi di desa serta pasar modal lebih dekat dengan masyarakat khususnya di daerah pedesaan dan dapat berjalan terus-menerus serta diperluas cakupannya," terangnya. 

Terakhir, East Regional Manager PT Indopremier Sekuritas Adhe Citra Widiatmoko juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan kompetisi Desa Nabung Saham yang melibatkan peserta dari Malang Raya. 

Sejak pandemi Covid-19 kegiatan yang dilakukan sangat terbatas, sehingga banyak merubah kebiasaan masyarakat. Lanjut Adhe, sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada tahun 2020 berada di angka sekitar 4 ribuan dan pada hari Jum’at, 10 September 2021 ditutup dengan harga 6.095 ini merupakan sentimen positif untuk berinvestasi. 

Di saat pandemi Covid-19 ini, Indopremier Sekuritas telah melaunching aplikasi Indo Premier Online Technology (IPOT) yang mana setiap investor dapat membeli saham, reksadana, Exchange-Trade Fund (ETF), obligasi cukup melalui satu aplikasi saja.

"Indopremier Sekuritas melalui IPOT bertujuan untuk mempermudah masyarakat Indonesia untuk berinvestasi," pungkasnya.

Topik
desa nabung sahamkompetisi desa nabung sahamdestinasi ekspatriatunisma malangOJKBursa Efek Indonesiaevent kopi rakyat
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru