Cegah Paham Radikalisme, Polres Malang Lakukan Upaya Ini

Sep 13, 2021 20:22
Suasana pembinaan kepada perwakilan takmir masjid di Kabupaten Malang (foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Suasana pembinaan kepada perwakilan takmir masjid di Kabupaten Malang (foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)

JATIMTIMES - Perwakilan takmir masjid di wilayah Kabupaten Malang mendapat pembinaan dari Kasubdit Bintibsos Dit Binmas Polda Jawa Timur AKBP Sujiono yang langsung didampingi oleh Kasat Binmas Polres Malang AKP Nunung Anggraeni.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Sanika Satyawada Mapolres Malang tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan terhadap para takmir masjid. Di mana, agar dapat berperan aktif membantu upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan anti Pancasila di wilayah Kabupaten Malang.

Kegiatan ini diikuti oleh Moh Arifin dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) sebagai narasumber, Mohammad Shodiq selaku Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepanjen dan sekitar 40 undangan perwakilan takmir masjid jajaran Polres Malang.

Sujiono dalam paparannya mengatakan, bahwa radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total. Sementara radikalisme, ia uraikan, bersifat revolusioner dengan menjungkir balikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan dan aksi-aksi ekstrem.

“Beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal, intoleran, fanatik, eksklusif dan revolusioner,” jelas Sujiono. 

Oleh karena itu, Sujiono mengajak agar takmir masjid dapat mencegah bersama penyebaran radikalisme yang menyasar di wilayah Polda Jatim, khususnya wilayah hukum Polres Malang. Karena saat ini banyak paham yang dapat menyesatkan.

“Mari cegah bersama penyebaran radikalisme yang menyasar pada masjid di wilayah hukum Polres Malang. Terutama menyasar pada kalangan generasi-generasi penerus bangsa ini,” kata Sujiono. 

Sujiono juga menyampaikan, masjid berpotensi digunakan untuk menyebarkan paham radikal dan menjadi tempat rekrutmen jaringan teroris. Jaringan terorisme menggunakan kesempatan dan celah yang ada untuk menyebarkan paham radikalisme di masjid.

“Jika sudah menguasai masjid, mereka akan menyebarkan ideologi radikal. Karena itu, takmir masjid harus mengetahui ada serangan paham radikalisme,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sujiono menjelaskan bahwa perkembangan radikalisme mulai dari proses pra radikalisasi, identifikasi diri, indoktrinasi, dan jihadisasi. Ia menjelaskan ciri-ciri seseorang terjangkit virus radikalisme, antara lain mulai memisahkan diri, intoleran, eksklusif, dan mudah mengkafirkan orang lain.

“Memotivasi dan antisipasi berbagai dinamika radikalisme serta terorisme perlu diantisipasi sejak dini,” tutupnya.

Topik
Polda JatimPolres Malangpaham radikalisme
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru