Konten Gancet dari Gus Idris Terus Memunculkan Polemik di Kabupaten Malang

Sep 11, 2021 18:12
Tumbnail video di akun Gus Idris Official (foto: screenshot video akun YouTube Gus Idris Official)
Tumbnail video di akun Gus Idris Official (foto: screenshot video akun YouTube Gus Idris Official)

JATIMTIMES - Konten video berjudul 'AZAB BERZINA PASANGAN INI GANCET || K3l4MINY4 GAK BISA LEPAS' yang dibuat oleh akun YouTube Gus Idris Official terus memunculkan polemik. Namun dalam hal ini Polres Malang belum mendapatkan laporan lanjutan terkait kasus tersebut.

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono mengaku bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kasus yang melibatkan orang yang memiliki Pondok Pesantren (Ponpes) Thoriqul Jannah di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang itu. Oleh karena itu, pihaknya akan menunggu terkait perkembangan polemik yang sedang ramai di tengah masyarakat itu.

“Belum, nanti kalau ada laporan ya kami tindak lanjuti,” kata Bagoes, Sabtu (11/9/2021).

Disinggung mengenai desakan untuk menahan Gus Idris, Bagoes justru mengatakan bahwa keputusan ada di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang. Sebab, pihaknya mengaku berkas telah dikirim ke Kejari.

“Tunggu dari kejaksaan saja nanti. Berkas perkara sudah dikirim ke kejaksaan,” terang dia.

Seperti diketahui, Idris telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Juni 2021 lalu. Dia dijadikan tersangka atas dugaan penyebaran informasi palsu atas video konten yang menggambarkan seolah-olah Idris tertembak. Idris pun tidak ditahan karena menurut polisi dia kooperatif saat menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang Husnul Hakim berpendapat bahwa konten terbaru dari Gus Idris telah melecehkan cara berdakwah. Karena Gus Idris dianggap menggabungkan hal yang berbau asusila dan syiar Islam.

“Memakai simbol-simbol agama untuk hal-hal seperti itu untuk mengejar viewers itu gak pantes. Makanya video yang gancet ini yang kami laporkan,” tutur Husnul.

Untuk itu, Husnul mendesak polisi untuk menahan Idris yang sudah menjadi tersangka sebelumnya atas dugaan penebar hoaks dengan membuat konten video penembakan.

“Karena kalau gak ditahan meresahkan. Masa dia bisa buat konten gitu nanti ada kiai-kiai yang dilecehkan juga gimana. Makannya kami mendesak Polres Malang untuk menahan,” tegas Husnul.

Sedikit gambaran, dalam video tersebut Idris menayangkan sepasang kekasih yang tertutup dengan selimut. Diterangkan bahwa pasangan tersebut mengalami gancet atau tidak bisa dilapaskan saat berhubungan badan.

Topik
Nomor WA palsu wakil wali kota Mlangbedah buku unismavideo hoaksworld book dayvideo viralPolres Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru