Usai Kebakaran Lapas Tangerang, Lapas Malang Simulasi Evakuasi Kebakaran

Sep 11, 2021 17:28
Petugas Lapas Kelas I Lowokwaru Malang bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) melakukan simulasi evakuasi saat terjadinya kebakaran, Sabtu (11/9/2021). (Foto: Humas Lapas Kelas I Lowolwaru Malang)
Petugas Lapas Kelas I Lowokwaru Malang bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) melakukan simulasi evakuasi saat terjadinya kebakaran, Sabtu (11/9/2021). (Foto: Humas Lapas Kelas I Lowolwaru Malang)

JATIMTIMES - Usai terjadinya kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang yang menewaskan 44 orang narapidana (napi), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Lowokwaru Malang melakukan simulasi evakuasi saat terjadinya kebakaran di dalam lapas, Sabtu (11/9/2021). 

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas I Lowokwaru Malang I Wayan Nurasta mengatakan, kegiatan simulasi evakuasi saat terjadinya kebakaran dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. 

Simulasi penanganan kebakaran dilakukan hanya pada satu blok, yakni Blok Bukit Barisan 2, dengan melibatkan sekitar 250 WBP. Kegiatan ini bertujuan agar para petugas dan WBP di Lapas Lowokwaru  selalu sigap dalam penanganan situasi kebakaran.

"Tujuan simulasi ini guna menuntut petugas Lapas Malang untuk selalu waspada dalam menjalankan tugas. Begitu juga  warga binaan pemasyarakatan  (WBP) diimbau untuk tidak sembrono dalam berkegiatan apa pun yang bisa menyebabkan potensi kebakaran," terangnya. 

Selain itu, simulasi penanganan kebakaran dilakukan agar petugas dan WBP mengetahui teknik-teknik dasar penanganan kebakaran. "Sebisa mungkin petugas Lapas Kelas I Malang sudah mengetahui teknik dasar dalam penanganan pertama terjadinya kebakaran agar kita selalu sigap dalam kondisi apa pun, tetap tenang dan tidak panik," imbuhnya. 

Selain melakukan simulasi penanganan kebakaran, pihak lapas  juga rutin melakukan pengecekan alat pemadam api ringan (APAR). Pengecekan APAR dan penyediaan karung goni merupakan salah satu langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran. 

"Kami akan tetap siaga dan waspada serta menjalankan SOP yang sebenarnya, kami berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya. 

Di samping melakukan pengecekan APAR dan penyediaan karung goni, juga dilakukan pengecekan instalasi listrik. Hal itu perlu dilakukan karena faktor terjadinya kebakaran kebanyakan dari arus pendek listrik. 

"Kami berharap musibah tidak akan pernah terjadi. Kami akan bekerja sama dengan PLN untuk merapikan jaringan listrik yang masih kurang bagus untuk menata jaringannya supaya lebih bagus," ungkapnya. 

Pihak lapas  juga memastikan  tidak diperbolehkan kabel berada di dalam kamar hunian. Selain untuk mencegah terjadinya arus pendek listrik atau korsleting, hal itu dikarenakan memang dalam peraturan tidak diperbolehkan ada kabel didalam kamar hunian. 

Sebagai informasi, dari kapasitas Lapas  Lowokwaru yang berjumlah 1.282 WBP, per hari ini Sabtu (11/9/2021) data WBP yang berada di dalam lapas itu  berjumlah 3.316 WBP. 

"Namun karena luas Lapas Malang sekitar 5 hektar dan yang kami syukuri suhu di Malang ini dingin, jadi sangat mendukung kami sehingga kamar-kamar hunian. Walaupun penghuninya agak padat, masih adem bagi penghuni di dalamnya," pungkasnya.

Topik
Simulasi KebakaranNapi Lapas Kelas 1 MalangLapas Lowokwaru
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru