Aksi Demokrat Pimpinan AHY hingga Polisi Bubarkan Acara Kubu Moeldoko di Tangerang

Sep 11, 2021 08:17
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: Kompas.TV)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: Kompas.TV)

JATIMTIMES - Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggeruduk acara yang dihelat oleh kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (10/9/2021) malam. Berdasarkan keterangan dari Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, aksi penggerudukan itu dipimpin oleh Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Iti Jayabaya.

Diketahui, Iti mendatangi lokasi acara bersama jajaran DPD Partai Demokrat Banten, DPC Partai Demokrat Tangerang Raya, dan beberapa pengurus DPP Partai Demokrat, seperti Irwan, Zulfikar Hamongan, Ricky Kurniawan, Cipta Panca Laksana, hingga Amal Ghozali.

Demokrat kubu AHY melakukan aksi pencopotan atribut Partai Demokrat yang berada di sekitar lokasi. Aksi pencopotan atribut itu pun dibantu bahkan oleh aparat kepolisian.

"Pada hari ini, seharian kita berkumpul, mencoba menegosiasikan apa yang kita inginkan terhadap marwah partai kita, yang kita cintai, Alhamdulillah tadi mereka sudah melakukan kesepakatan untuk membubarkan dan mencopot atribut Demokrat yang ada di lokasi acara," ujar Iti.

Selain itu, Iti menegaskan hanya ada satu kepengurusan yang sah, yakni kepemimpinan AHY. 

"Ini Banten, Bung! Jangan coba-coba ganggu kedaulatan dan kehormatan Partai kami dengan acara ilegal yang provokatif seperti ini," kata Iti mengutip siaran pers, Jumat (10/10/2021).

Iti yang juga merupakan Bupati Lebak mengatakan bahwa pemerintah, dalam hal ini Kemenkumham, telah menolak untuk mengesahkan kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa di Deli Serdang pimpinan Moeldoko. Atas dasar itulah, ia berani mengambil sikap untuk menentang acara HUT Demokrat yang digelar kubu Moeldoko di sebuah hotel di Tangerang Selatan.

"Pemerintah telah nyata-nyata menolak mengesahkan KLB illegal Deli Serdang, lantas mengapa masih ada pihak yang terang-terangan melawan Pemerintah?" ujar Iti.

Iti lalu mengucapkan terima kasih kepada jajaran kader Partai Demokrat kepemimpinan AHY yang ikut serta menertibkan atribut partai tempat acara.

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrat kubu Moeldoko, Hengky Luntungan menyampaikan acara tersebut digelar terkait Haul Pendiri Partai Demokrat. Acara itu digelar untuk meluruskan sejarah pendirian Partai Demokrat, khususnya seputar keterlibatan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini kan Haul Pendiri Partai [Demokrat]. Kita hanya meluruskan sejarah berdirinya partai," kata Hengky. 

Hengky pun mengatakan acara tersebut digelar pada pukul 19.00 WIB. Namun, ia menjelaskan bahwa Moeldoko tidak akan hadir dan menyampaikan pidato dalam acara tersebut, baik secara fisik atau daring.

Lebih lanjut Hengky berkata, agenda dalam acara itu yakni menonton tayangan tentang sejarah berdirinya Partai Demokrat secara bersama-sama. 

Seperti diketahui, aparat kepolisian pun turut membubarkan acara tersebut yang digelar di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong. Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin mengatakan pihaknya memberikan imbauan agar acara itu tidak dilanjutkan atas sejumlah pertimbangan.

"Pertama dengan pertimbangan keamanan karena berpotensi menimbulkan kegaduhan," kata Iman. 

Ia menyampaikan, pertimbangan lainnya yakni karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Jumlah peserta kegiatan tidak boleh melebihi kapasitas seperti yang diatur dalam Inmendagri.

Lebih lanjut, Iman juga menyebut bahwa pihaknya tidak menerima surat pemberitahuan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Salah satu pertimbangan dibubarin karena mengadakan kegiatan, tapi ternyata tidak jadi kegiatannya," ujarnya.

Terkait polemik kepemimpinan Partai Demokrat, pemerintah telah menolak pendaftaran hasil kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar kubu Moeldoko di Deli Serdang. 
Hasil KLB itu dinilai belum melengkapi sejumlah dokumen, antara lain soal DPC, DPD, hingga surat mandat.

"Dengan demikian, pemerintah menyatakan bahwa permohonan hasil kongres luar biasa di Deli Serdang tanggal 5 Maret 2021 ditolak," ujar Yasonna, Rabu (31/3/2021) lalu. 

Topik
Partai DemokratAgus harimurti yudhoyonoSusilo Bambang Yudhoyonomoeldoko
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru