Update Kasus Dugaan Kekerasan Seksual SPI Kota Batu, Jumlah Tersangka Bertambah

Sep 10, 2021 14:54
Sekolah SPI Indonesia di Jalan Raya Pandanrejo, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Sekolah SPI Indonesia di Jalan Raya Pandanrejo, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - JEP, pemilik sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus kekerasan seksual oleh Polda Jatim. Perkembangan terbaru, disebutkan jika kasus tersebut akan menyeret nama baru yang kemungkinan juga ditetapkan sebagai tersangka.  

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menyebut, masih ada kemungkinan tersangka bertambah. Hal tersebut diungkapkannya saat datang ke Polres Batu pada Kamis (9/9/2021). Sebelumnya terdapat empat orang yang dijadikan saksi dalam kasus tersebut.

Keempat orang tersebut di antaranya, pengelola asrama, pengelola kampung kids dan pengelola yayasan di SPI Kota Batu. Dari empat orang tersebut ada dugaan kuat melakukan pembiaran, ketika korban menceritakan apa yang dialami saat itu.

“Keempat orang tersebut diduga kuat membiarkan korban ketika mengalami hal kekerasan seksual pada saat itu,” imbuhnya.

Selain itu, sejumlah oknum ada yang mendatangi rumah korban. Setidaknya ada delapan orang yang mendatangi rumah korban. Untungnya, korban pun berada dalam pengawasan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Ada delapan orang oknum yang datang ke rumah korban, maksud kedatangannya untuk mengintimidasi,” ujar Arist. 

Bahkan juga ada beberapa orang mengintimidasi melalui media sosial. Sementara itu progres kasus ini, Polda Jatim telah mempersiapkan berkas yang segera dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri. Sedangkan tersangka JEP  tidak ditahan lantaran kooperatif dan tidak menghilangkan bukti.

Sebagai informasi, Komnas PA melaporkan JEP atas dugaan kasus tersebut sejak akhir bulan Mei silam. Dalam laporan tersebut didapati korbna sebanyak 14 orang, seluruhnya merupakan alumni SMA SPI Kota Batu.

Para korban akhirnya melaporkan JEP setelah beberapa tahun lamanya, lantaran tidak ingin kejadian yang dialami mereka menimpa adik kelasnya yang saat ini bersekolah di sana.

Sebab, kejadian yang menimpa para korban bukan hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi diduga juga berlangsung saat mereka melakukan kunjungan di luar negeri. Kemudian juga di rumah tersangka di Surabaya.   

Topik
Kekerasan Seksualalumni sma spi kota batuPolda JatimKota Batu
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru