Malang Level 3, 247 Ribu Mahasiswa Tunggu Kuliah Tatap Muka

Sep 10, 2021 13:53

JATIMTIMES - Perkuliahan tatap muka belum dilakukan di Kota Malang meski level pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) turun dari 4 ke 3 sejak Senin, (30/8/2021) lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat ada 247.027 mahasiswa aktif terdaftar di perguruan tinggi (PT) di Kota Malang yang menanti interaksi langsung dengan para pengajar.  

Salah satu mahasiswa yang berkuliah di Kota Malang, Kumalasari mengaku kesulitan mengikuti materi secara daring. Mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) ini berharap bisa segera mengikuti kelas luring, terutama untuk mata kuliah praktikum.  

"Sulit mengikuti materi perkuliahan, terutama mata kuliah yang melaksanakan praktikum. Jadwal yang acak-acakan, bentrokan antar-mata kuliah kadang membuat saya harus melaksanakan secara bersamaan (double device)," sebut mahasiswi angkatan 2020 ini.

Kumalasari berharap, dengan turunnya level PPKM disertai vaksinasi terhadap keluarga besar kampus bisa menjadi pertimbangan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk memberi izin PT membuka kuliah tatap muka. Tercatat, ada 56 perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Malang yang hingga saat ini belum melaksanakan perkuliahan luring. Sebagai informasi, perkuliahan daring telah berlangsung selama tiga semester terakhir.

Terkait hal tersebut, Pemkot Malang membuka komunikasi dengan Forum Rektor Kota Malang soal kemungkinan pelaksanaan perkuliahan tatap muka. Rencana itu disampaikan oleh Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto saat jumpa pers di sela kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tugu Media Group x Solopos Institute di Universitas Gajayana Malang, Jumat, 10 September 2021.

Rencana tersebut muncul setelah ada sinyal hijau dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Daerah dengan kategori PPKM Level 1-3 diperbolehkan memberlakukan pembelajaran tatap muka.

Nur Widianto menyebut, opsi perkuliahan tatap muka sudah dikomunikasikan secara intensif antara Wali Kota Malang, Sutiaji dengan Forum Rektor Kota Malang. "Secara intens, Pak Wali (Sutiaji) juga menkomunikasikan hal tersebut. Artinya, ini menjadi concern perhatian pemerintah kota," ujar Wiwid, sapaan akrabnya.

Meski demikian, Wiwid menyebut pemkot masih harus mempertimbangkan banyak aspek. Salah satunya terkait domisili asal para mahasiswa yang berkuliah di Kota Malang. "Rekan-rekan di perguruan tinggi itu kan memiliki karakteristik berbeda. Dalam arti, para mahasiswa di sana kan tidak hanya mahasiswa asal Kota Malang. Ada warga luar Kota Malang," terangnya.  

Menurutnya, hal itu membutuhkan persiapan dan antisipasi lebih. Pihaknya juga masih menunggu instruksi ataupun regulasi dari pemerintah pusat. "Hal-hal inilah yang nanti akan kami dengar kesiapan (kampus), (kebijakan) ini juga tidak bersifat lokal tapi bersifat nasional," sebut mantan Kabag Humas Setda Kota Malang itu.

Di sisi lain, Pemkot Malang telah memberi kesempatan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di 496 sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Sekolah-sekolah dapat menggelar kegiatan belajar mengajar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat disertai surat pernyataan persetujuan dari orang tua siswa.  

Terpisah, Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim memberikan sinyal kelonggaran bagi perguruan tinggi untuk perkuliahan tatap muka.

Dilansir dari webinar Efektivitas Pendidikan Tinggi dengan PTM Terbatas dan Bantuan UKT Kuliah di laman Youtube Kemendikbud, Jumat, 27 Agustus 2021, Nadiem merestui kampus bisa membuka tatap muka namun berlaku hanya untuk wilayah yang PPKM berada di level 1-3.

Nadiem menyatakan pelaksanaan kuliah tatap muka secara terbatas di perguruan tinggi harus menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. Di antaranya, pihak sekolah dan orang tua wajib mengetahui aturan selama tatap muka. Orang tua juga bisa memberi izin bagi anak untuk tetap belajar secara daring bila situasi dirasa belum stabil.  

"Kuncinya mengikuti SKB Empat Menteri, maka perguruan tinggi di wilayah PPKM Level 1-3 diperbolehkan mengadakan PTM terbatas. Tetap ada aturan main yang berlaku, ada berbagai prokes yang tetap harus dilaksanakan," terangnya.  

Meski demikian, Nadiem mengimbau kampus tidak tergesa-gesa membuka opsi tatap muka. Dia memberi catatan untuk perguruan tinggi yang di wilayah PPKM level 4 untuk tetap melaksanakan semua perkuliahan secara daring atau online.

"Poin terpenting adalah disiplin pada prokes, karena kalau ini (kampus) jadi kluster, bisa jadi kuliah tatap muka batal, karena terbukti tidak disiplin. Kalau mahasiswa ingin melaksanakan kuliah tatap muka, ini ada di tangan mahasiswa," tegas Nadiem.

Topik
pembelajaran tatap mukadr romanticVaksinasiKota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru