Anggaran Mamin dan Perdin Banyak Dialihkan, Ini Penjelasan DPRD Kabupaten Malang

Sep 09, 2021 18:55
Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Alokasi anggaran makan minum (mamin) dan perjalanan dinas (Perdin)  pada Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Malang akan banyak digeser dalam perubahan APBD 2021 kali ini. Rencananya, masih akan lebih difokuskan untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah (PED). 

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang Darmadi, menjelaskan dialihkannya anggaran mamin dan perdin tersebut bukan karena semata-mata serapannya yang kurang bagus. Namun karena selama masa pandemi dengan diberlakukannya PPKM, banyak agenda yang mengharuskan digelar tidak secara tatap muka. 

"Memang selama pandemi ini kan banyak mengurangi kegiatan rapat, koordinasi, tatap langsung. Dalam kegiatan tersebut akan muncul komponen mamin. Bahkan hampir di setiap SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Selanjutnya juga untuk perjalanan dinas yang memang banyak terkurangi selama PPKM," ujar Darmadi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/9/2021).

Maka dari itu, menurut politisi PDI Perjuangan ini, anggaran yang sebelumnya sudah dialokasikan tersebut juga sangat kecil kemungkinannya untuk dapat diserap. Sehingga, dinilai akan lebih efisien jika dialihkan. Selain itu, pengalihan bertujuan merasionalisasi kegiatan-kegiatan yang memang tidak bisa dilaksanakan. 

"Nanti dalam evaluasi akan tahu, di SKPD atau unit kerja, kegiatan mana saja yang tidak bisa dilaksanakan. Tapi pada prinsipnya, terkait dengan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), jadi prioritas dan mengefektifkan waktu agar bisa berjalan sampai akhir tahun," terang Darmadi. 

Sementara, Bupati Malang HM. Sanusi menjelaskan, dalam pemulihan ekonomi nanti, beberapa hal yang akan diperhatikan juga masih berkaitan dengan infrastruktur. Misalnya perbaikan jalan, jembatan, dan irigasi pertanian. Selain itu, akan difokuskan untuk peningkatan aktivitas ekonomi melalui usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

"Maka, anggaran yang tidak dapat digunakan itu dialihkan untuk peningkatan ekonomi. Utamanya untuk perbaikan jalan, jembatan, irigasi pertanian dan UMKM," terang Sanusi. 

Sebagai informasi, dalam rangka mendukung penanganan covid-19 dan dampaknya, perubahan penjabaran APBD dilaksanakan dengan melakukan refocusing dan realokasi anggaran paling sedikit 8% dari DAU yaitu kurang lebih sebesar Rp 124 miliar. Sedangkan refocusing dan relokasi anggaran juga dilakukan palinh sedikit 25 persen dari dana transfer umum, yaitu dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil yang mencapai Rp 362 miliar.

Topik
Penghargaan untuk FIFGROUPAnggaran Makan MinumAnggaran Perjalanan DinasDPRD Kabupaten MalangPemkab Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru